Menurut Boimz Soujiro Sagara profesionalisme adalah kompetensi untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan benar dan juga komitmen dari para anggota dari sebuah profesi untuk meningkatkan kemampuan seorang karyawan.( http://boimzenji.blogspot.com )

Ada banyak profesi yang harus dijalankan secara profesional, baik yang sifatnya praktik maupun teoritis. Juga ada beberapa keilmuan yang bersifat aplikatif (applied) sehingga keberadaannya harus dipraktikkan di lapangan.

Salah satu profesi bidang seni dan komunikasi adalah fotografi. Disebut seni karena pada kegiatan fotografi unsur seni menjadi hal penting. Seorang fotografer yang baik adalah seorang seniman. Foto juga merupakan keahlian komunikasi karena dalam komunikasi ada yang disebut komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Foto merupakan bagian dari komunikasi nonverbal sehingga bidang fotografi juga masuk sebagai keahlian komunikasi.

Seorang fotografer bisa disebut profesional jika mampu menghasilkan karya foto yang bagus dan menarik sesuai dengan keinginan klien. Selain itu karena dia mempunyai kompetensi di bidang fotografi.

Saat ini di Indonesia seseorang yang bekerja secara profesional sudah mulai harus melengkapinya dirinya dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) dan disahkan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Seseorang bisa disebut sudah kompeten kalau sudah mengikuti uji kompetensi di LSP. Untuk yang sudah profesional uji kompetensi bisa memilih skema portofolio sehingga tidak perlu mengikuti uji kompetensi secara penuh. Jika belum memiliki portofolio maka Anda harus mengikuti uji kompetensi yang bentuknya lisan, tulisan, dan observasi.

Bagaimana tips menjadi fotografer profesional?

Pertama, mempunyai skill dan kompeten di bidang fotografi. Hal ini dibuktikan dengan portofolio atau hasil uji kompetensi dari LSP.

Kedua, bila perlu bidang fotografi yang ditangani bersifat khusus, misalnya fotografer wedding, fotografer produk, fotografer lanscape, dan lainnya.

Ketiga, mampu memenuhi semua keinginan klien disesuaikan denga biaya yang sudah disepakati.

Keempat, mempunyai style sendiri yang tidak dimilki oleh orang lain.

Kelima, tepat waktu dan tepat penanganan terhadap masalah yang dihadapi klien.

Demikian beberapa tip menjadi fotografer profesional. Yang penting siapa pun bisa menjadi fotografer profesional. (ask)