PADA dasarnya, daftar pustaka hanya berisi judul buku atau artikel yang dilengkapi dengan komponen identitas buku. Data-data buku yang muncul inilah yang dapat dilacak buku aslinya. Berbicara tentang komponen daftar pustaka, berikut beberapa komponen daftar pustaka yang harus dicantumkan dalam penulisan.

  • Penulisan Nama. Menuliskan nama penulis. Komponen paling pertama dicantumkan adalah menuliskan nama penulis buku/ jurnal/ hasil penelitian. Penulisan nama pengarang ketika ditulis di daftar pustaka ada perlakuan khusus. Tulis nama belakang atau marga terlebih dahulu, kemudian di beri tanda (,) baru ditulis nama depan. Barulah di belakang nama penulis di beri tanda titik.
    Khusus penulis yang memiliki gelar akademik maka gelar tersebut tidak perlu di tulis di daftar pustaka. Khusus penulisan nama penulis yang lebih dari tiga nama, dapat menggunakan salah satu nama saja, dan di belakang diberi “et.al”. jika jumlah penulis dua orang, kedua penulis dituliskan di daftar pustaka.
  • Menuliskan Tahun Terbit

Setelah menyantumkan nama, juga mencantumkan tahun terbit buku. Jika referensi tersebut dari jurnal maka perlu juga mentancumkan jilid, atau nomor serinya. Di belakang penulisan tahun terbit, selalu disertai dengan tanda titik di belakang. Tanda titik sebagai pemisah identitas referensi.

  • Menuliskan Judul Buku. Tidak hanya menuliskan tahun bukunya saja tetapi juga menuliskan judul buku. Khusus penulisan buku, ditulis menggunakan font italic. Setiap judul yang ditulis ditulis dengan font Capitalize Each Word. Di belakang penulisan judul, jangan lupa untuk memberikan batas, menggunakan tanda (.).
  • Menuliskan Tempat Penerbit kota Kota Terbit. Penulisan daftar pustaka yang tidak kalah penting adalah mencantumkan kota dan asal penerbit. Teknis penulisan dengan mencantumkan penulisan kota terlebih dahulu, kemudian di beri tanda (:) setelah itu barulah dituliskan nama penerbit. Di belakang asal penerbit, diberi tanda (.). Jika tidak ada kota terbit, bisa hanya mencantumkan penerbitnya saja.

Itulah komponen dasar dan penting menulis daftar pustaka. Dalam situasi tertentu, terkadang ada pula referensi tidak memiliki identitas lengkap. Jika identitas tidak langkap, bisa mencantumkan identitas yang ada.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka

Daftar pustaka ditulis dari berbagai literature sumber. Selain bersumber dari buku, banyak juga yang menggunakan sumber lain, seperti hasil penelitian ilmiah, prosiding, jurnal dan masih banyak lainnya. Berikut adalah beberapa contoh penulisan daftar pustaka berdasarkan sumber referensi.

  • Jurnal Online. Jika jurnal ditulis lebih satu orang maka dapat dilihat sebagai berikut :
    Intan, Novia. dan Nugroho. C. 2018. Belajar Menulis Buku Ajar. Jurnal Teknik Menulis Online, 2 (5): 67-70. http//www.penerbitdeepublish.com. (Diakses 10 Februari 2019, 20.00 Wib).
    Sedangkan jika penulis hanya satu orang, dapat ditulis sebagai berikut:
    Intan, Novia. 2014. Cara Menulis Daftar Pustaka. Jurnal Bahasa Indonesia, 4 (3): 12-17. https://www.penerbitdeepublish.com. (Diakses 14 Februari 2019 pukul 20.00 wib)
  • Jurnal
    Jika jurnal yang digunakan menggunakan jurnal cetak, prinsipnya sama dengan penulisan jurnal online, hanya saja tidak menggunakan link. Prinsip penulisan untuk jurnal, wajib menyertakan edisi atau terbitan. Jika jurnal di ambil dari prociding, bisa menyantumkan halaman berapa sampai berapa.
    Contoh:
    Intan, Novia. 2014. Cara Menulis Daftar Pustaka yang Benar. Jurnal Pendidikan, 5 (12): 12-15.
  • Buku
    Penulisan daftar pustaka pada buku sebenarnya cara yang paling mudah. Hal yang tidak kalah penting di cantumkan adalah menyantumkan nama penulis, tahun, judul buku, lokasi penerbit dan nama penerbit. Di setiap jeda, diberi tanda titik. Sedangkan ketika menuliskan judul, di tulis menggunakan garis miring atau italic.
    Apriyani, Ita. 2017. Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok: Teknik Pembesaran Ikan Lele Sistem Bioflok Kelola Mina Pembudidaya. Yogyakarta: Penerbit Deepublish.
  • Surat Kabar atau Majalah. Khusus mencantumkan daftar pustaka yang diambil dari surat kabar atau dari Koran, dapat dengan mencantumkan nama penulis, tahun cetak, judul artikel, nama Koran dan tanggal terbit. Contoh akan tampak seperti berikut.
    Contoh:
    Afriando, B. 2015. Kiat Sukses Menjadi Jutawan dengan Modal Dengkul. Pikiran Rakyat. 1 April 2015.

Itulah dua cara membuat daftar pustaka yang tidak kalah penting. Dua hal yang diulas di atas juga pertanyaan teknis yang sering ditanyakan ketika membuat daftar pustaka. Sebenarnya membuat daftar pustaka itu mudah. Satu hal yang tidak kalah penting saat menulis daftar pustaka, urutkan daftar pustaka dari abjad paling awal.(berbagai sumber)