HAMPIR semua tulisan ilmiah memerlukan rujukan yang ditulis dalam bentuk kutipan. Untuk penulisan skripsi juga memerlukan kutipan yang diperlukan dalam memperkuat argumentasi.

Fungsi Kutipan

Dalam penulisan karya tulis, kutipan memiliki dua fungsi umum, yaitu 

1. Menunjang Fakta

Untuk menunjang fakta, konsep, gagasan atau untuk memberikan informasi tentang sumber data, gagasan dan lain-lain yang relevan (catatan acuan).

2. Memberikan Penjelasan Tambahan

Untuk memberikan penjelasan penambahan tentang suatu masalah yang dikemukakan dalam teks atau untuk menjelaskan definisi istilah secara cermat.

Prinsip dalam Membuat Kutipan Langsung dan Tidak Langsung

Dalam mengutip sebuah tulisan karya ilmiah, ternyata terdapat aturan yang berlaku. Sehingga kita tidak bisa asal comot dan meletakkan di badan tulisan. Berikut adalah prinsip mengutip yang perlu Anda perhatikan sebelum menulis kutipan. 

1. Diletakkan di akhir kalimat

Kutipan harus diletakkan di akhir kalimat di dalam tanda baca, contoh :

Aspek sistem perpajakan tersebut sangat signifikan (Larsen, 1971).

Atau dengan cara lain, nama keluarga penulis dapat digabungkan ke dalam teks.

Contoh: Larsen (1971) menyatakan bahwa aspek sistem perpajakan tersebut sangat signifikan.

2. Beda Cara Tulis Kutipan

Kutipan dapat ditulis dengan cara: (Cooper, 1999), atau (Cooper, 1999: 23) atau Cooper (1999) atau Cooper (1999: 23) tergantung bagaimana cara mengutip, apakah mencantumkan nomor halaman referensi atau tidak.

3. Kutipan dengan Dua Penulis atau Lebih

Jika terdapat dua atau lebih penulis, gunakan tanda penghubung (&) di dalam kurung. Contoh: (Dunphy & Stace, 1990) atau Dunphy & Stace (1990).

Jika terdapat tiga penulis atau lebih, penulisan pertama kali sebutkan semua penulis, kemudian untuk penulisan berikutnya cukup tulisan nama pertama diikuti dengan et al .  Contoh: Mc Taggart et al.

Jika sebuah publikasi tidak memiliki pengarang, gunakan nama organisasi sebagai pengarang.

4. Kutipan yang Pernah Dikutip

Jika Anda mengutip pernyataan yang telah dikutip penulis lain, Anda perlu mengatakan: (Carini, dikutip dalam Patton, 1990)

5. Mengutip banyak Sumber

Dua atau lebih kutipan harus dituliskan sesuai urutan abjad dan dipisahkan, dengan tanda titik koma. Contoh: (Abrahamson, 1991; Daniels, 1990).

6. Kutipan Lebih dari 40 Kata

Jika kutipan lebih dari 40 kata, tuliskan kutipan menjorok ke dalam dengan spasi tunggal dan tidak memakai tanda kutip

Cara Menulis Kutipan Langsung dan Tidak Langsung

Dalam menulis sebuah kutipan, ada beberapa cara yang perlu Anda ketahui. Cara tersebut dibedakan dari segi jenis kutipan dan sumbernya. Berikut penjelasannya:

1. Cara Menulis Kutipan Langsung

Dalam menuliskan tentunya menuliskan kutipan langsung dan tidak langsung berbeda. Berikut ini beberapa langkah kutipan langsung yang bisa diterapkan:

  • Jarak Spasi. Beri jarak spasi selebar 2,5 spasi antara teks asli dan teks kutipan. Cara ini bisa dipakai apabila kutipan yang diambil berjumlah 4 baris atau lebih. Perlu diperhatikan posisi teks kutipan harus berada di bawah teks asli yang Anda tulis sendiri. Kutipan boleh ditulis dengan menggunakan tanda petik ataupun tidak. Selain itu di dalam teks asli Anda juga perlu menuliskan format nama penulis. Cara ini dilakukan bila kutipan yang diambil berjumlah 4 baris atau lebih. Teks kutipan mesti berada di bawah teks asli yang kita tulis sendiri. Kutipan boleh ditulis dengan menggunakan tanda petik ataupun tidak. Selain itu, di dalam teks asli, kita mesti menuliskan format nama penulis (tahun terbit: halaman buku).  

    Contoh: Seorang mahasiswa atau peneliti yang hendak melakukan penelitian, mesti mengetahui terlebih dahulu topik atau tema apa yang hendak dibahas dalam penelitian yang dibuat. Menurut Patilima (2013:17) menyatakan, sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menentukan sebuah topik penelitian, yaitu “Pada penentuan topik penelitian, pusatkan perhatian dengan menggambarkan secara ringkas (maind mapping), menyusun judul, dan mempertimbangkan apakah topik tersebut dapat diteliti. Mahasiswa atau peneliti dapat mengawali dengan menyusun dua kata, misalnya “penelitian mengenai…” bergantung kepada Anda melanjutka kalimat tersebut.”
  • Menyatukan Teks Asli dan Kutipan. Langkah selanjutnya adalah menyatukan teks asli dan kutipan. Cara ini dilakukan jika kutipan yang diambil hanya berjumlah dua baris. Caranya juga sama dengan sebelumnya. Nama penulis yang dikutip, tanggal dan halaman buku yang dikutip mesti dicantumkan sebelum kutipan.  Contoh: Tombol navigasi sangat penting bagi blog seseorang. Menurut Sya’ban (2010:197), navigasi adalah “…tombol yang digunakan oleh pembaca blog untuk memudahkan mereka dalam mendapatkan berbagai informasi yang ada pada blog Anda.”
  • Menghilangkan Beberapa Kutipan dengan Menggunakan Tiga Tanda Titik (…). Lain halnya jika Anda ingin mengutip kutipan yang hanya beberapa bagian kutipan saja. Penggunaan tanda tiga tanda titik inilah solusinya.
    Tiga tanda titik tersebut dapat dipakai di awal kutipan, tengah-tengah, maupun akhir kutipan, tergantung bagian kutipan mana yang dihilangkan.
    Contoh: “Tombol navigasi ini biasanya berada di atas header blog atau di bawah header blog…”
  • Menggunakan Tanda Titik Satu Baris Penuh. Jika Anda ingin mempersingkat kutipan, Anda bisa menggunakan tanda titik satu baris penuh. Cara ini dipakai jika kutipan yang seharusnya dua baris, malah kita kutip satu baris saja. Adapun baris yang tidak dikutip diganti dengan tanda titik-titik yang panjang untuk memenuhi baris yang kosong tersebut.
    Contoh: “Pada penentuan topik penelitian, pusatkan perhatian dengan menggambarkan secara ringkas (mind mapping), menyusun judul, dan mempertimbangkan apakah topik tersebut dapat diteliti. Mahasiswa atau peneliti dapat mengawali dengan menyusun dua kata, misalnya “penelitian mengenai…” bergantung kepada Anda melanjutkan kalimat tersebut.” ………………………………………………………………………………………………………………………………………….
  • Menyisipkan Kurawal [ ] dan/ atau Tanda [sic!]
    Anda juga dapat menyisipkan kurawal [ ] dan atau tanda [sic!]. Kurawal bisa digunakan jika penulis ingin menambahkan keterangan pada kutipan yang dipakai. Sementara tanda [sic!] dipakai jika ada bagian kutipan yang salah, entah itu salah secara makna maupun secara penulisan.
    Contoh: “Pada penentuan topik penelitian, pusatkan perhatian dengan menggambarkan secara ringkas (mind mapping) [sic!], menyusun judul, dan mempertimbangkan apakah topik tersebut dapat diteliti [atau tidak]. Mahasiswa atau peneliti dapat mengawali dengan menyusun dua kata, misalnya “penelitian mengenai…”[lalu, kalimat seterusnya diteruskan] tergantung kepada kita melanjutkan kalimat tersebut.”

2. Cara Menulis Kutipan Tidak Langsung

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa ada perbedaan penulisan antara kutipan langsung dan tidak langsung. Yang jelas terlihat adalah kutipan tidak langsung sangatlah sederhana.

  • Kutipan Ditulis Ulang fengan Gaya Bahasa Sendiri. Kutipan tidak langsung merupakan kutipan yang mengambil dari sebuah referensi yang ditulis oleh penulis karya ilmiah menggunakan gaya bahasa sendiri berdasarkan pemahamannya sendiri. Pada penulisan kutipan tidak langsung tidak perlu penggunaan tanda kutip. Adapun kutipan yang telah ditulis ulang tersebut tidak perlu diberi tanda kutip.  
    Contoh: Teks Asli: Tombol navigasi adalah tombol yang digunakan oleh pembaca blog untuk memudahkan mereka dalam mendapatkan berbagai informasi yang ada pada blog Anda. (Teks Asli) Teks Kutipan Tidak Langsung:
    Tombol navigasi merupakan tombol yang berfungsi untuk mempermudah pembaca dalam mencari informasi yang dibutuhkan di dalam sebuah blog. (teks kutipan tidak langsung).
  • Diakhiri dengan Nomor Kutipan dan Tidak Menggunakan Tanda Petik. Di poin sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa kutipan tidak langsung tidak perlu menggunakan tanda petik di dalam kutipannya. Sebagai gantinya, kutipan tidak langsung tersebut diganti dengan nomor kutipan yang menerangkan sumber dari kutipan tidak langsung tersebut.  
    Contoh: Tombol navigasi merupakan tombol yang berfungsi untuk mempermudah pembaca dalam mencari informasi yang dibutuhkan di dalam sebuah blog¹. ¹Wahyu Sya’ban, Build Your Blogger XML Template (Yogyakarta, Andi:2010), hlm 197.
  • Jarak Spasi. Terkait spasi ada perbedaan jika Anda ingin mengutip kutipan yang kurang dari 4 baris. Jika Anda ingin menuliskan kutipan lebih dari 4 baris, Anda bisa memberikan jarak spasi 2,5. Jarak antarkutipan adalah satu spasi dan tidak boleh dimiringkan. Kutipan boleh menggunakan tanda petik atau tidak. Tak lupa sumber kutipan juga harus ditulis dengan format nama penulis (tahun terbit:halaman buku).  

Contoh: Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh yang bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Raymond Williams dalam Keywords (1976:97) mengemukakan: “Penggunaan istilah kebudayaan yang banyak dipakai dewasa ini. Pertama, mengenai perkembangan intelektual, spiritual dan estetik individu, kelompok atau masyarakat.
Kedua, menangkap sejumlah aktivitas intelektual dan artistik seta produk-produknya (film, kesenian, dan teater). Ketiga, mengenai seluruh cara hidup, aktivitas, kepercayaan, dan kebiasaan seseorang, kelompok atau masyarakat.”
Sementara jika Anda ingin mengutip kutipan kurang dari 4 baris maka kutipan harus ditulis dalam satu paragraf. Kemudian Anda bisa menggunakan tanda petik (“…”) untuk membedakan kutipan dengan teks. Untuk jarak dengan teks adalah 2 spasi. Sama dengan di atas, jangan lupa sertakan identitas pengarang, tahun terbit, dan halaman.
Contoh: Kelompok adalah sekumpulan manusia yang merupakan kesatuan dan memiliki identitas, di mana identitas tersebut dapat berupa adat istiadat dan sistem norma yang mengatur pola interaksi masyarakat manusia yang hidup di dalam masyarakat. Selain itu pengertian kelompok menurut Homans (1950:76) mengatakan bahwa “kelompok merupakan sejumlah individu yang berkomunikasi satu dengan lainnya dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga hal tersebut memberikan kesempatan bagi semua anggota untuk berkomunikasi secara langsung”.

  • Kutipan dengan Beberapa Pengarang. Dalam menuliskan beberapa kutipan memang harus mencatumkan pengarang. Ada perbedaan dalam pencantuman pengarang, apalagi jika lebih dari satu. Jika menggunakan referensi yang ditulis beberapa pengarang maka kutipan ditulis dalam format nama-nama pengarang, tahun terbit buku, dan letak halaman yang ditulis dalam satu kurungan.

Tanda titik koma “;” memisahkan setiap nama pengarang.   Contoh : …dalam pembangunan ekonomi (Rahman, 1997 : 8; Anwar, 1979 : 10; Wirawan, 1989:12). Lain halnya ketika Anda mengutip hanya dengan 2 pengarang. Kutipan dengan format nama akhir dari kedua pengarang. Jika lebih dari dua maka Anda bisa menggunakan kata “dkk”.

Contoh: Kuisioner adalah suatu daftar yang berisi rangkaian pertanyaan tentang suatu hal (Sumardjan dan Koentjaraningrat, 1967:63). Dalam penulisan nama pengarang perlu diperhatikan letak tulisan.

Kutipan dengan nama pengarang ditulis sesudah kutipan. Untuk menuliskan kutipan tidak langsung, buat kalimat pengantar yang sesuai dengan topik kutipan yang Anda ambil. Kemudian tulis nama akhir pengarang, tahun terbit, titik dua dan nomor halaman di dalam kurung.

Contoh: Lebih tegas lagi, dikatakan bahwa amoniak dikirimkan secara kontinu untuk memenuhi keperluan PT Petro Kimia, dan diekspor ke Filipina, India, Thailand, Korsel, dan Jepang (Subandi, 1987:40).

3. Cara Menulis Kutipan yang Pernah Dikutip

Terkadang ketika ketika membaca referensi, Anda ingin mengutip tulisan yang sudah dikutip orang lain. Hal tersebut boleh saja dilakukan dengan cara menyertakan nama pengarang aslinya kemudian diikuti dengan kata “dalam”.

Contoh:

Hendry (dalam Budianto, 2005: 17) menjelaskan bahwa manajemen merupakan suatu proses untuk melakukan perencanaan dan pengontrolan sumber daya agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Pada contoh di atas, Hendry merupakan pengarang kutipan asli yang pendapatnya dikutip oleh Budianto.

4. Cara Menulis Kutipan dari Internet

Sementara jika Anda ingin mengutip sebuah tulisan dari internet sebenarnya caranya tidak jauh berbeda saat Anda mengutip dari jurnal atau buku.  Cukup tuliskan sumber yang berupa nama pengarang diikuti dengan tahun terbit artikel.

Lalu bagaimana dengan tautan dan judul artikel? 

Untuk judul artikel, alamat/URL, dan waktu akses bisa kamu cantumkan di dalam daftar pustaka saja.

Contoh: 

Sesuai arti kata fiksi yakni cerita rekaan, khayalan, tidak berdasarkan kenyataan. Jadi, buku fiksi adalah sebuah karya yang dihasilkan oleh penulis berdasarkan imajinasinya.

Isi dalam sebuah buku fiksi merupakan hasil imajinasi, khayalan, atau rekaan. Yang berarti cerita yang dibangun oleh penulis bersifat fiktif. Contoh buku fiksi adalah buku kumpulan puisi, novel, buku antologi cerpen, dan sebagainya (Salmaa Awwaabiin, 2021)

Demikianlah beberapa cara menulis kutipan langsung dan tidak langsung. Jika Anda ingin tahu referensi lainnya seputar kutipan, pembaca bisa membuka artikel yang berkaitan dengan penulisan kutipan langsung dan tidak langsung buku ajar. Semoga bemrmanfaat bagi pembaca sekalian.

…………………….

  1. Menulis Daftar Pustaka yang Benar: 1. Komponen Daftar Pustaka

Pada dasarnya, daftar pustaka hanya berisi judul buku atau artikel yang dilengkapi dengan komponen identitas buku. Data-data buku yang muncul inilah yang dapat dilacak buku aslinya. Berbicara tentang komponen daftar pustaka, Berikut beberapa komponen daftar pustaka yang harus dicantumkan dalam penulisan.

  • Penulisan Nama. Menuliskan nama penulis. Komponen paling pertama dicantumkan adalah menuliskan nama penulis buku/jurnal/hasil penelitian. Penulisan nama pengarang ketika ditulis di daftar pustaka ada perlakuan khusus. Tulis nama belakang atau marga terlebih dahulu, kemudian di beri tanda (,) baru ditulis nama depan. Barulah di belakang nama penulis di beri tanda titik.
    Khusus penulis yang memiliki gelar akademik, maka gelar tersebut tidak perlu di tulis di daftar pustaka. Khusus penulisan nama penulis yang lebih dari tiga nama, maka dapat menggunakan salah satu nama saja, dan di belakang diberi “et.al”. jika jumlah penulis dua orang, kedua penulis dituliskan di daftar pustaka.
  • Menuliskan Tahun Terbit

Setelah nama menyantumkan nama, juga mencantumkan tahun terbit buku. Jika referensi tersebut dari jurnal, maka perlu juga mentancumkan jilid, atau nomor serinya. Di belakang penulisan tahun terbit, selalu disertai dengan tanda titik di belakang. Tanda titik sebagai pemisah identitas referensi.

  • Menuliskan Judul Buku. Tidak hanya menuliskan tahun bukunya saja, tetapi juga menuliskan judul buku. Khusus penulisan buku, di tulis menggunakan font italic. Setiap judul yang ditulis di tulis dengan font Capitalize Each Word. Di belakang penulisan judul, jangan lupa untuk memberikan batas, menggunakan tanda (.).
  • Menuliskan Tempat Penerbit kota Kota Terbit. Penulisan daftar pustaka yang tidak kalah penting adalah mencantumkan kota dan asal penerbit. Teknis penulisan dengan mencantumkan penulisan kota terlebih dahulu, kemudian di beri tanda (:) setelah itu barulah dituliskan nama penerbit. Di belakang asal penerbit, di beri tanda (.). Jika tidak ada kota terbit, bisa hanya mencantumkan penerbitnya saja.

Itulah komponen dasar dan penting menulis daftar pustaka. Dalam situasi tertentu, terkadang ada pula referensi tidak memiliki identitas lengkap. Jika identitas tidak langkap, bisa mencantumkan identitas yang ada.

Menulis Daftar Pustaka: 2. Contoh Penulisan Daftar Pustaka

Daftar pustaka ditulis dari berbagai literature sumber. Selain bersumber dari buku, banyak juga yang menggunakan sumber lain, seperti hasil penelitian ilmiah, prosiding, jurnal dan masih banyak lainnya. Berikut adalah beberapa contoh penulisan daftar pusta berdasarkan sumber referensi.

  • Jurnal Online. Jika jurnal ditulis lebih satu orang, maka dapat dilihat sebagai berikut :
    Intan, Novia. dan Nugroho. C. 2018. Belajar Menulis Buku Ajar. Jurnal Teknik Menulis Online, 2 (5): 67-70. http//www.penerbitdeepublish.com. (Diakses 10 Februari 2019, 20.00 Wib).
    Sedangkan jika penulis hanya satu orang, dapat ditulis sebagai berikut:
    Intan, Novia. 2014. Cara Menulis Daftar Pustaka. Jurnal Bahasa Indonesia, 4 (3): 12-17. https://www.penerbitdeepublish.com. (Diakses 14 Februari 2019 pukul 20.00 wib)
  • Jurnal
    Jika jurnal yang digunakan menggunakan jurnal cetak, prinsipnya sama dengan penulisan jurnal online, hanya saja tidak menggunakan link. Prinsip penulisan untuk jurnal, wajib menyertakan edisi atau terbitan. Jika jurnal di ambil dari prociding, bisa menyantumkan halaman berapa sampai berapa.
    Contoh:
    Intan, Novia. 2014. Cara Menulis Daftar Pustaka yang Benar. Jurnal Pendidikan, 5 (12): 12-15.
  • Buku
    Penulisan daftar pustaka pada buku sebenarnya cara yang paling mudah. Hal yang tidak kalah penting di cantumkan adalah menyantumkan nama penulis, tahun, judul buku, lokasi penerbit dan nama penerbit. Di setiap jeda, diberi tanda titik. Sedangkan ketika menuliskan judul, di tulis menggunakan garis miring atau italic.
    Apriyani, Ita. 2017. Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok: Teknik Pembesaran Ikan Lele Sistem Bioflok Kelola Mina Pembudidaya. Yogyakarta: Penerbit Deepublish.
  • Surat Kabar atau Majalah. Khusus mencantumkan daftar pustaka yang diambil dari surat kabar atau dari Koran, dapat dengan mencantumkan nama penulis, tahun cetak, judul artikel, nama Koran dan tanggal terbit. Contoh akan tampak seperti berikut.
    Contoh:
    Afriando, B. 2015. Kiat Sukses Menjadi Jutawan dengan Modal Dengkul. Pikiran Rakyat. 1 April 2015.

Itulah dua cara membuat daftar pustaka yang tidak kalah penting. Dua hal yang di ulas di atas juga pertanyaan teknis yang sering ditanyakan ketika membuat daftar pustaka. Sebenarnya membuat daftar pustaka itu mudah. Satu hal yang tidak kalah penting saat menulis daftar pustaka, urutkan daftar pustaka dari abjad paling awal.(berbagai informasi)