Apa sih yang disebut instrument penelitian? Begitu pentingkah instrument penelitian dalam sebuah karya tulis ilmiah

Instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan untuk mendapatkan data penelitian. Tanpa instrumen, Anda tidak akan bisa mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian. Bila datanya tidak ada maka penelitian pun tidak akan bisa dilakukan.

Untuk membuat instrumen penelitian tidak boleh asal, ada cara tersendiri ketika menentukan instrumen penelitian. Seperti diketahui, penelitian bersifat ilmiah sehingga instrumen harus terukur dan teruji secara ilmiah. Bila tidak maka penelitian tersebut dapat dipertanyakan dan dipatahkan begitu saja.

Jenis-jenis Instrumen Penelitian

Ada beberapa jenis instrumen penelitian yang biasanya digunakan para peneliti. Instrumen ini dapat dipakai untuk penelitian dan penulisan karya tulis ilmiah, seperti skripsi, tesis, disertasi, laporan, dan sebagainya. Digunakan untuk penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif. Berikut ini adalah beberapa instrumen penelitian: 

1. Kuesioner

Apa itu kuisioner? Kuesioner adalah instrumen yang berisi daftar pertanyaan. Biasanya digunakan untuk mengumpulkan data penelitian dari responden. Kuesioner berisi serangkaian pertanyaan yang dibuat secara terstruktur dan tidak. 

Bila kuisioner salah maka hasil peneltian pun salah. Untuk itu, kuesioner harus dibentuk dan dirancang secara valid, reliabel, dan tidak palsu. Hal ini dilakukan supaya data yang didapatkan bisa divalidasi.

Menurut Popoola, kuesioner yang baik memiliki kriteria, yakni

a. Pertanyaan tidak boleh ambigu. Artinya pertanyaan harus mempunyai satu interpretasi

b. Pertanyaan harus mudah dipahami

c. Pertanyaan harus mampu memiliki jawaban yang tepat

d. Pertanyaan tidak boleh mengandung kata-kata yang tidak jelas artinya

e. Pertanyaan seharusnya tidak memerlukan perhitungan yang ketat

f. Pertanyaan tidak mengharuskan responden untuk memutuskan klasifikasi

g. Pertanyaan tidak boleh memicu jawaban yang bias

h. Kuesioner tidak boleh terlalu panjang

i. Pertanyaan tidak terlalu bertele-tele

j. Kuesioner harus mencakup objek yang tepat

Bila dibandingkan dengan jenis instrumen lainnya, kuesioner memiliki keunggulan. Misalnya data pribadi responden dapat disembunyikan. jadi responden bisa anonim. Data yang dikumpulkan dapat berjumlah besar dalam waktu relatif singkat. 

Hanya saja, kuiseiner pun tak luput dari kelemahan. Terkadang beberapa pernyataan yang membingungkan sehingga tidak dapat diklasifikasikan. Soalnya peneliti tidak ada di tempat untuk menjelaskan pertanyaan yang sulit bagi responden. 

2. Wawancara

Wawancara adalah salah satu instrumen penelitian yang kerap dipakai untuk penelitian kualitatif.  Dalam wawancara, peneliti mengumpulkan informasi dari responden melalui interaksi verbal. Sebelumnya peneliti menyiapkan daftar pertanyaan terstruktur yang berkaitan dengan penelitian.  Kemudian peneliti bertemu dengan narasumber dan mengajukan pertanyaan. Peralatan dan perlengkapan yang dapat digunakan selama periode wawancara termasuk tape recorder, kertas, pulpen, laptop, dan lain-lain. Wawancara dapat dilakukan secara pribadi atau melalui telepon atau sistem surat elektronik (email).

Keuntungan utama dari metode wawancara adalah menghasilkan tingkat respon yang tinggi. Selain itu, wawancara lebih mewakili seluruh populasi penelitian. Selain itu, kontak pribadi antara peneliti dan responden memungkinkan peneliti untuk menjelaskan pertanyaan membingungkan dan ambigu secara detail. 

Sama seperti kuesioner, wawancara pun tidak sempurna. Instrumen ini memiliki kelemahan. Contohnya, jumlah narasumber yang dijangkau tidak banyak karena keterbatasan waktu dan tenaga peneliti.

3. Observasi

Jenis instrumen selanjutnya adalah observasi. Metode ini dipakai seorang peneliti untuk mengamati perilaku atau situasi individu. Sejauh ini, ada dua jenis observasi yakni observasi partisipan dan observasi non-partisipan. Dalam observasi partisipan, peneliti adalah anggota kelompok yang akan diamati.

Hasil yang akurat dan tepat waktu akan diperoleh oleh peneliti tetapi kadang memiliki masalah bias. Sedangkan dalam pengamatan non-partisipan, peneliti bukan anggota kelompok yang akan diamati. Sehingga hasilnya lebih layak karena bebas dari bias tetapi memiliki masalah ketidaktepatan dan hasil yang tertunda.

Kelebihan metode observasi yakni lebih fleksibel dan lebih murah untuk dijalankan. Metode ini menuntut kerjasama yang kurang aktif dari yang diamati dan hasilnya dapat diandalkan untuk kegiatan penelitian. Namun Akinade & Owolabi menegaskan metode observasi adalah alat yang populer dalam penelitian terutama dalam ilmu perilaku dan sosial. 

Metode ini  memerlukan keterampilan khusus untuk membuat dan menilai pengamatan perilaku dalam penelitian. Ketika melakukan pengamatan perilaku, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengembangkan kategori perilaku (skema pengkodean). Cara ini melibatkan pengidentifikasian atribut spesifik yang akan memberikan petunjuk untuk masalah yang dihadapi.

4. Diskusi Kelompok Terfokus (Focus Group Discussion)

Apakah kamu pernah FGD? Ya, instrumen penelitian dalam bentuk diskusi ini pun bisa digunakan untuk mendapatkan data. Instrumen pengumpulan data ini memungkinan peneliti untuk mendapatkan data dari sekelompok besar orang pada saat yang sama. Metode ini berbeda dari metode wawancara lo. 

Bila dalam metode wawancara peneliti berfokus pada satu orang pada satu waktu, maka  dalam metode diskusi kelompok terarah, peneliti memperoleh data dari sejumlah besar orang untuk kegiatan penelitiannya. Biasanya metode diskusi kelompok terarah sangat populer ketika melakukan penelitian yang berkaitan dengan behavioral (perilaku), perpustakaan dan ilmu informasi, ilmu kearsipan, catatan dan teknologi informasi.

Dalam FGD, seorang peneliti harus mengidentifikasi informan kunci yang dapat dihubungi. Tujuannya untuk memperoleh informasi yang layak tentang variabel yang dikaji dalam penelitian. Pendekatan ini digunakan untuk menghasilkan data penelitian kualitatif dalam menjelaskan suatu fenomena yang sedang diteliti atau diselidiki. 

Syarat lainnya, keanggotaan FDG tidak boleh lebih dari 10 orang. Hal ini seperti konferensi mini, yakni anggota kelompok dapat berkumpul di lokasi yang kondusif. Sebelum pelaksanaan FGD, peneliti harus mendapatkan persetujuan dari partisipan terlebih dahulu. Selain itu, peneliti harus merancang panduan FGD yang biasanya berisi garis besar untuk menangkap variabel yang menarik.

Keuntungan utama dari metode ini adalah menambah kredibilitas dan orisinalitas pada kegiatan penelitian. Sementara itu, tantangan metode FGD meliputi terlalu banyak biaya untuk dilakukan, terlalu banyak waktu untuk melakukan, dan beberapa responden mungkin tidak bebas untuk berkontribusi.

5. Eksperimen atau Percobaan

Jenis Pengumpulan data berikutnya adalah eksperimen. Metode ini berlangsung dalam penelitian sains murni dan terapan. Jadi para peneliti melakukan beberapa percobaan dalam pengaturan laboratorium untuk menguji beberapa reaksi yang mungkin terjadi pada objek penelitian. 

Kelebihan dari metode eksperimen adalah menghasilkan data langsung, hasilnya dapat bertahan dan bebas dari kesalahan jika dijalankan dengan baik dalam kondisi/keadaan normal. Kelemahannya yaitu membutuhkan biaya yang cukup mahal terlalu mahal. Bila dalam penelitian di laboratorium maka bahan kimia yang digunakan dapat menyebabkan kerusakan permanen jika mereka ditangani dengan ceroboh.(berbagai sumber)