Saya menulis hampir setiap hari. Kadang saya menulis selama sepuluh atau sebelas jam. Pada hari lain, saya hanya menulis selama tiga jam. (JK Rowling)

Menjadi ahli (expert), profesional atau kompeten terhadap suatu keterampilan atau keilmuan tertentu  menjadi dambaan setiap orang. Untuk mencapai posisi seperti ini memerlukan proses cukup panjang. Paling tidak kita harus fokus mengerjakan suatu ketrampilan secara terus menerus dan berkesinambungan. Menjadi ahli berarti mengetahui segala sesuatu tentang suatu hal secara detil dan jelas.Ibarat berhadapan dengan hutan para ahli hutan tahu betul isi hutan dan bagaimana menangani persoalan yang berhubungan dengan hutan. Jika ahli hutan ditanya mengenai jenis flora dan fauna yang ada di hutan tersebut dia akan menjelaskan secara gamblang. Tapi jika ditanya mengenai bermacam binatang di hutan itu dia tidak menjawab secara benar maka dia belum ahli. Menjadi Ahli Menulis juga harus menunjukkan bahwa dia menguasai seluk beluk menulis.

Menjadi ahli menulis yang produktif memerlukan waktu dan latihan yang cukup.
(sumber: medium.com)

Pengertian Menjadi Ahli Menulis

Dalam kajian Islam kata ‘ahli’ bisa berarti yang ‘memiliki’ atau ‘pemilik’. Sebut saja misalnya kata-kata ‘ahli ibadah’, berarti orang-orang yang getol dalam beribadah. Atau kata-kata ‘ahli surga’ yang konotasinya penghuni surga.  Beda lagi dengan ‘ahlul bait’ yang artinya para keluarga Rasulullah SAW.

Kalau meruntut istilah tersebut, nyata sekali bahwa istilah ‘ahli’ mengambil dari peristilahan keislaman. Kemudian kata-kata terebut diserap dalama bahasa Indonesia menjadi kosa kata bahasa Indonesia. Jadi, jika seseorang disebut ahli artinya dia sudah menguasai seluk belum keahliannya.

Untuk menjadi ahli setidaknya harus melalui beberapa syarat, yakni harus berlatih terus menerus sehingga kekecil apa pun persoalannya bisa dikuasai, mengerjakan sesuatu dengan tekun dan gigih serta tidak berpindah-pindah keahlian, serta mampu dikerjakan secara profesional dalam arti sesuai dengan profesi kita.

Baca juga: Menulis Agar Sehat

Dulu, JK Rowling adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang berpenghasilan biasa, malah sampai bercerai dari suaminya. JK Rowling akhinya menekuni dunia penulisan. Begitu lahir novel fiksi pertama Harry Potter Jilid 1, Rowling mulai memperlihatkan keahliannya di bidang  menulis. Pundi-pundi keuangannya pun semakin penuh dengan royalti. Maklum, penghasilannya berasal berbagai sumber, dari royalti buku, royalti film, dan merchandise yang dijual di seluruh dunia. Inilah yang membuat JK Rowling akhirnya menjadi orang terkaya di Inggris.

Lantas apa yang dilakukan JK Rowling selama ini? Apakah dia  santai menikmati royalti dari karyanya? Ternyata salah satu yang dilakukannya adalah menulis puluhan jam dalam sehari. Dia bilang, “Saya menulis hampir setiap hari. Kadang saya menulis selama sepuluh atau sebelas jam. Pada hari lain, saya hanya menulis selama tiga jam.”

Inilah salah satu rahasia sukses JK Rowling untuk bisa menjadi ahli. Dan jika kita sudah menjadi ahli uang akan menghampiri kita, bukan kita yang menghampiri uang. Seorang ahli tidak kekarangan uang karena keahliannya akan menjamin kehidupannya. Tiger Wood dari seorang caddy kini menjadi orang kaya Amerika karena keahliannya bermain golf. Juga nama-nama lainya, seperti Mark Zuckerberg (CEO Facebook), Madonna (penyanyi), Ronaldo (pesepakkbola), Jacky Chan, dan lainnya. Kita tahu bahwa Chan dilahirkan dari keluarga miskin. Tapi karena keahliannya bermain wushu dan akting Chan menjadi kaya raya. Kata kuncinya karena mereka punya keahlian yang dibangun dengan kegigihan dan fokus. Tidak mungkin JK Rowling bisa menjadi ahli menulis novel jika dia tidak menghabiskan waktu puluhan jam dalam sehari untuk menulis. Ayo, jadi ahli menulis.**(askurifai baksin)

Baca juga: 7 Tips Ampuh Agar Tetap Produktif Menulis