*Mayke Nuraini Alamsyah

Saat ini, gaya hidup manusia modern berubah. Aktivitas di luar ruangan makin sedikit dilakukan. Bersamaan dengan itu, muncul kebiasaan baru, yakni beraktivitas di dalam ruangan menggunakan gadget.

Tidak ada salahnya melakukan kegiatan tersebut. Namun, jika berlebihan, kesehatan mata rawan terganggu. Ingat, layar gawai memancarkan sinar biru yang mengancam mata. Selain itu, berada di dalam ruangan sering membuat mata harus bekerja ekstra karena hanya menerima cahaya dalam intensitas rendah.Tentu saja Anda tidak mau mengalami gangguan penglihatan seperti itu. Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata. Langkah-langkah tersebut mudah diterapkan ke siapa saja.

  • Periksakan Kesehatan Mata Secara Teratur

Untuk menjaga kesehatan mata, pemeriksaan secara teratur akan sangat membantu. Tidak perlu menunggu ada keluhan atau gangguan terlebih dulu kalau ingin datang memeriksakan mata ke dokter.

Bahkan, seharusnya mata wajib selalu diperiksa sejak bayi. Delapan hari setelah lahir, kesehatan mata bayi sudah harus dicek. Selanjutnya pemeriksaan dapat dilakukan pada umur empat bulan, delapan bulan, serta 24 bulan.

Setelah itu, mata hendaknya terus diperiksa secara berkala setiap 12 bulan hingga 18 bulan. Bahkan, ketika sudah memasuki usia 40 tahun ke atas, pemeriksaan tertentu seperti presbyopia wajib dilakukan.

  • Lakukan Kebiasaan yang Bagus Untuk Mata

Supaya mata terus sehat, Anda disarankan untuk melakukan sejumlah kebiasaan yang bagus untuk penglihatan. Hal-hal tersebut tidak rumit, bahkan praktis untuk dilakukan.

Sebagai contoh adalah biasakan mengenakan pelindung mata ketika di luar ruangan. Memakai topi atau mengenakan kacamata hitam bisa menjadi opsi.

Bisa pula dengan membiasakan diri membatasi pemakaian gadget secara terus-menerus dalam jangka panjang. Usahakan setiap 20 menit, pandangan dialihkan ke objek lain.

Selain itu, penting juga mengonsumsi makanan yang bermanfaat bagi kesehatan mata. Carilah santapan yang mengandung omega 3, lutin, zinc, vitamin C, dan vitamin E seperti sayuran berwarna hijau, ikan salmon, ikan tuna, telur, kacang-kacangan, serta jeruk.

  • Gunakan Alat Bantu Penglihatan Jika Diperlukan

Gangguan penglihatan bisa dialami siapa saja, tanpa pandang bulu. Kalau sudah merasa, mata terganggu, tidak ada salahnya menggunakan alat bantu seperti kacamata.

Hal ini sangat penting. Sebab, gangguan mata bisa menjadi parah kalau tidak diatasi dengan alat bantu seperti lensa dengan resep.

Untuk bisa mendapatkannya, datanglah ke dokter mata. Mereka yang bisa meresepkan lensa yang diperlukan. Lalu lakukan pemeriksaan secara rutin. Pasalnya, seringkali gangguan mata akan berubah-ubah.

Inilah sejumlah cara menjaga kesehatan mata yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Mempraktikkannya bakal membuat penglihatan berfungsi maksimal.

Berbagai Penyakit Mata

Ada beberapa jenis penyakit mata yang paling sering menyerang, seperti berikut ini:

  1. Refraksi

Jenis penyakit mata yang pertama yaitu refraksi, atau dalam bahasa medis disebut ametropia. Refraksi merupakan kondisi saat bayangan yang terbentuk di retina mata tidak tajam maupun tegas. Hal ini mengakibatkan penglihatan menjadi kabur.

Kelainan refraksi dapat dibagi menjadi empat, seperti:

• Miopia (rabun jauh)

• Hipermetropia (rabun dekat)

• Presbiopia (mata tua)

• Astigmatisme (mata silinder)

Kelainan refraksi dapat diakibatkan oleh cacat/gangguan pada kelengkungan organ mata, yakni kornea dan lensa. Jika kamu memiliki orangtua dan saudara yang menderita kelainan refraksi, maka kemungkinan besar kamu akan mengalaminya.

2. Konjungtivitis

Jenis penyakit mata ini lebih dikenal dengan sebutan ‘pink eye’. Konjungtivitis merupakan penyakit yang paling umum terjadi. Ini terjadi ketika jaringan yang jelas di atas bagian putih mata mengalami radang.

Hal ini membuat mata kamu berwarna merah muda juga gatal, atau berair. Kelopak mata juga mungkin akan menutup sedikit sehingga bisa membuat pandangan kabur.

Konjungtivitis ini bisa menular. Oleh karena itu, rutin mencuci tangan dan tidak berbagi handuk atau bantal dengan orang lain. Biasanya, penyakit ini sembuh dalam waktu 10 hari.

3. Glaukoma

Glaukoma merupakan salah satu jenis penyakit mata yang merusak saraf optik mata, yang mengirimkan informasi visual ke otak. Berdasarkan data dari WHO, penyakit ini menjadi penyebab kedua kebutaan di dunia.

Glaukoma memang tidak memiliki gejala pada mulanya. Namun, di dalam mata mengalami tekanan yang meningkat dan titik-titik kebutaan berkembang di sisi pandangan. Titik ini bisa tidak terdeteksi sampai saraf optik memiliki kerusakan yang serius atau pemeriksaan mata lengkap oleh dokter.

Untuk mencegah glaukoma, sebaiknya lakukan cek mata sejak usia menginjak 40 tahun. Jika memiliki riwayat penyakit mata di keluargamu, risiko terkena glaukoma akan lebih besar. 4. Katarak

Katarak muncul ketika lensa alami mata menjadi seperti kabur. Hampir semua pasien yang usianya semakin tua mengalami katarak. Penyakit ini dapat terjadi lebih cepat pada pasien yang merokok, sering terkena paparan sinar matahari yang signifikan atau menderita trauma.

Gejala katarak sering bertahap, mulai dari penglihatan yang kabur, silau atau ada lingkaran cahaya, sensitivitas kontras menghilang atau penglihatan ganda dalam satu mata.

Katarak hanya bisa disembuhkan melalui operasi. Operasi modern yang berkembang saat ini hanya dilakukan dengan membuat sayatan kecil kurang dari 3 milimeter. Jika tidak operasi, maka mata akan semakin menurun penglihatannya dari waktu ke waktu dan operasi akan lebih sulit jika katarak sudah parah.

5. Pterigium

Pterigium adalah gangguan mata akibat adanya selaput lendir yang menutupi bagian putih mata. Penyakit mata ini sering terjadi akibat sering terpapar radiasi sinar matahari.

Gejalanya bisa meliputi mata merah, pandangan kabur, serta mata yang terasa gatal atau panas. Adanya selaput lendir tersebut juga membuat mata seperti kelilipan benda asing. Pterigium bisa disembuhkan dengan pemberian resep tetes mata kortikosteroid untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut atau dengan operasi.

6. Blefaritis

Blefaritis merupakan suatu peradangan pada kelopak mata karena produksi kelenjar minyak yang semakin meningkat. Namun tidak diketahui secara detail penyebab meningkatnya kelenjar minyak yang bersamaan dengan bakteri.

Gejala blefaritis berupa mata merah, nyeri, panas, gatal, berair, ada luka pada bagian kelopak mata dan membengkak, bahkan pada beberapa bisa terjadi kerontokan bulu mata. Selain itu, pasien blefaritis umumnya juga menderita mata kering.

Untuk mengontrol gejala dan mencegah komplikasi, pengobatan blefaritis bisa dilakukan dengan cara menjaga kebersihan mata, seperti secara teratur membersihkan mata.

Gunakan kompres air hangat untuk membersihkan kelopak mata. Kompres air hangat bisa membantu melunakkan kotoran mata sebelum dibersihkan dengan air.

Demikian beberapa hal yang berhubungan dengan kesehatan mata. Mari lindungi mata agar tetap sehat dan produktif. (dari berbagai sumber)

*Penulis mahasiswa Statistika MIPA Unisba