Dalam kamus enterpreneur selalu didengungkan perihal uang harus bisa bekerja untuk kita, bukan kita bekerja untuk uang. Tapi bagaimana caranya?

Untuk bisa ‘ternak’ uang hal yang paling penting adalah menciptakan aset dan mengurangi lialibilitas. Yang dimaksud aset adalah semua hal yang bisa mendatangkan keuntungan, sementara lialibilitas merupakan sesuatu yang bisa menghamburkan uang. Jika kita punya aset maka uang itu akan bekerja untuk kita. Sementara jika kita tidak punya aset tapi hanya bekerja untuk orang lain maka kita hanya bisa menukar tenaga kita dengan penghasilan. Kalau aset yang kita bangun semakin hari semakin berkembang maka kita akan bisa lebih banyak mendapatkan uang. Tapi jika kita bekerja untuk orang lain semakin hari kita semakin berkurang tenaga kita dan penghasilan juga belum tentu semakin tinggi.

Apakah kita bisa menjadi enterpreneur meskipun sekarang sebagai karyawan?  Jika kita punya uang maka hal pertama yang bisa kita lakukan untuk membuat aset adalah dengan membeli mobil agar bisa menghasilkan uang. Di sini membeli mobil jangan hanya untuk gaya-gayaan tapi untuk mendapatkan uang, misalnya disewakan atau dipakai untuk berjualan. Bila kendaraan yang  kita beli menghasilkan uang maka itu yang disebut aset. Tapi jika  mobil hanya untuk gengsi belaka maka disebut lialibiti  atau yang memboroskan uang.

Kedua, membeli properti. Di negara kita properti yang paling menghasilkan dalam bentuk ruko, apartemen, dan kos-kosan. Jadi, kalau mempunyai properti kita jadikan sebagai  aset yang menghasilkan uang. Tapi kalau properti tidak disewakan tapi dibiarkkan begitu saja makan disebut lialibiti.

Ketiga membangun aset manusia. Untuk mencapainya diperlukan usaha membangun MLM. Dengan membangun MLM berarti Anda membangun aset manusia yang nantinya bekerja untuk kita. Tapi MLM yang direkomendasikan adalah yang tergabung dalam APLI karena sekarang ada beberapa bisnis MLM tapi ternyata hanya investasi bodong.

Keempat adalah deposito. Deposito ibarat beternak uang. Dengan mendepositokan uang seorang bisa menikmati bunga deposito secara berkala bergantung dari kesepakatan semula. Ada yang per bulan, per bulan, per tahun dan lainnya. Memang ini cara yang kurang direkomendasikan di dunia entrepreneurship karena uang itu tidak bergerak aktif.

Yang terakhir adalah digital asset. Untuk yang terakhir ini banyak orang melakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan menjadi blogger dan vlogger. Hanya saja asset digital ini harus dipersiapkan dan dipelihara. Misalnya seseorang yang menerjuni dunia blog. Paling tidak dari awal membangun butuh sekira empat bulan untuk bisa monetisasi (didaftarkan ke google adsense). Sementara untuk vlog (youtube) membutuhkan waktu lebih lama lagi. Paling tidak untuk vlog perlu waktu sekira empat tahun. Karena perbedaan kesulitan ini juga yang membedakan penghasilan antara vlogger dan blogger. Seorang vlogger bisa mendapatkan penghasilan puluhan bahkan ratusan juta. Tapi seorang blogger, setahu saya, tidak sampai ratusan juta. Tapi bergantung dari konten masing-masing karena asset digital ini kata kuncinya adalah konten.

Selain media sosial asset digital juga bisa dalam bentuk toko online. Jika membuka toko off line perlu persiapan dan modal besar, berbeda dengan toko online (daring). Membuka toko daring hanya butuh ratusan ribu atau jutaan rupiah saja bergantung platform yang dipilih.

Nah, itulah beberapa cara menciptakan asset yang nantinya mampu menghasilkan uang untuk Anda. Selama mencoba…..** (askurifai baksin)