Jika Anda ingin menulis buku hal pertama yang harus Anda lakukan adalah  memilih jenis buku yang akan Anda tulis. Ada tiga jenis buku yang sudah saya sampaikan pada materi sebelumnya, yakni buku fiksi, nonfiksi dan buku faksi.

Untuk buku fiksi karena didominasi imajinasi pengarangnya maka biasanya tidak ada semacam aturan baku yang mengungkungnya. Terlebih karena dalam mengarang penulisnya tidak terikat oleh aturan seperti layaknya menulis buku nonfiksi.

Buku nonfisik biasanya dikemas dengan pendekatan isi seperti di bawah ini:

Judul

Judul dalam pembuatan buku biasanya bentuknya hanya tentatif atau sementara. Setelah buku selesai barulah dibikin judul final dengan mempertimbangkan segi promosi agar judul buku bersifat ‘menjual’.

Judul adalah lukisan singkat suatu artikel/ buku atau disebut juga miniatur isi bahasan.  Untuk itu judul sangat menentukan laku atau tidaknya suatu buku. Judul yang berbau ilmiah dan panjang biasanya kurang menarik minat pembaca.

Dalam konteks perwajahan, wajah buku atau artikel media massa turut menentukan minat baca. Wajah yang dimaksud sudah termasuk pemilihan jenis huruf (font), warna, dan ilustrasi (jika ada). Singkat kata, ada kesatuan antara judul, ilustrasi, perwajahan, dan pemilihan jenis huruf agar judul yang kita bikin punya gimmick (daya penarik) terhadap calon pembeli buku.

Pertanyaannya, judul yang menarik itu yang bagaimana sih?

Ada beberapa kriteria judul yang menarik:

Pertama harus catchy (menarik, mudah diingat). Misalnya kita akan menulis buku tentang film independen. Kita bisa mengemas judulnya “ Membuat Film Indie Itu Gampang” (judul buku karya Askurifai Baksin), Atau ‘Mari Membuat Film” (judul buku karya Heru Effendy), atau bisa menggunakan judul lainnya. Intinya, buatlah judul yang mudah diingat, menarik, dan punya daya pikat sehingga orang tertarik untuk membacanya.

Kedua, terdiri atas 1 – 5 kata. Judul yang baik jangan terlalu panjang, cukup dua kata atau lebih, maksimal 5 kata. Dengan mengemas judul sedikit kata tapi kuat akan mudah diingat dan menarik kepenasaran calon pembaca.

Ketiga, pilih  kata-kata yang tepat dan kuat. Misalnya seorang Robert Kiyosaki membuat judul buku ‘Retire Young, Retire Rich’ (Pensiun Muda, Pensiun Kata). Pilihan kata-kata yang tepat ini menarik minat calon pembeli buku hingga akhirnya buku ini best seller, mengikuti buku pertamanya Robert Kiyosaki, yakni ‘Rich Dad, Poor Dad’ (Ayah Kaya, Ayah Miskin).

Keempat, kalau perlu kontroversial sehingga orang tertarik untuk membacanya. Buku Moammar Emka berjudul ‘ Jakarta Under Cover’ contoh judul buku yang saat itu menghebohkan sehingga menjadikannya sebagai buku best seller.

Terakhir, ciri judul yang  baik bisa menggunakan bahasa baku atau nonbaku. Hal ini dikaitkan dengan isi buku dan teknik pengemasan. Buku ilmiah dengan judul yang kaku mungkin tidak menarik bagi sebagian orang sehingga dikemaslah dengan Bahasa yang cair yang tidak berat. Buku ‘One Minute Manager’ cukup menarik, dibanding jika judulnya dibuat ‘ Manajemen Perusahaan’.

Itulah beberapa tip membuat judul buku yang menarik.