Jenis Foto Jurnalistik

Secara umum, foto jurnalistik dibagi menjadi dua, yakni single photo dan story photo. Yang dimaksud dengan single photo adalah foto tunggal yang biasanya menghiasi halaman surat kabar. Sementara story photo merupakan rangkaian foto yang membentuk cerita.

Story Photo dibagi menjadi documentary, narrative dan argumentative. Documantary adalah sejumlah foto yang dapat disusun secara acak penempatannya. Untuk Narrative Photo, susunannya berderet dari awal hingga akhir secara berurutan. Sedangkan Argumentatif, ketika foto itu dibandingkan dengan foto lain yang bisa memberi argumen.

Sementara menurut Dodo Hawe foto jurnalistik dikategorikan menjadi beberapa, yakni

  • Spot

Lazim juga disebut hard news. Materi foto ini mencakup aneka peristiwa yang terjadi secara mendadak, seperti kecelakaan, bencana alam, atau perang. Kategori ini menuntut kesigapan fotografer untuk menangkap momen dalam hitungan detik. Sekuens foto tidak dapat diulang dan diperkirakan. Bagi beberapa orang ada yang menyukai perburuan gambar dalam kondisi memicu adrenalin seperti ini;

  • Feature

Foto kategori ini bukan sekadar snapshot, melainkan juga ada upaya fotografer untuk memilih sudut pandang yang khas. Bukan juga sekadar “didikte” oleh peristiwanya sendiri dengan tujuan untuk memberi kesan mendalam tentang suatu peristiwa. Foto dalam feature diharapkan dapat berjalan beriringan dengan teks untuk menceritakan peristiwa. Karena foto tersebut harus dapat mengimbangi gaya penulisan feature yang relatif panjang serta deskriptif;

  • Olah Raga 

Tiap cabang olah raga memiliki kekhasan tersendiri sehingga dibutuhkan wawasan khusus untuk merekam momen olahraga. Pengenalan terhadap karakter sang olahragawan sangat penting agar didapat hasil foto yang benar-benar “sportif”;

  • Potrait

Potrait bukan sekadar close-up. Hal yang utama adalah kemampuan mengungkpan watak dan karakteristik sang tokoh sehingga seakan-akan merupakan sebuah biografi visual. Sang fotografer harus mengenali secara mendalam objek fotonya;

  • Lingkungan Hidup

Liputan foto lingkungan hidup meliputi semua topik yang berkaitan dengan ekologi, termasuk yang menyangkut hubungan antarsesama, manusia, dan alam sekitarnya. Foto untuk kategori ini hendaknya tidak hanya mengungkap eksotisme alam, namun juga harus dapat menggugah kesadaran orang untuk peduli;

  • Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Jenis foto kategori ini meliputi pemotretan yang berkaitan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, misalnya foto pemenang Worldpress Photo 2001 yang merekam instalasi satelit. Foto ini mengumbar keajaiban peradaban manusia dari berbagai aspek. Kategori ini biasanya membingkai produk hasil olah pikir manusia untuk mengundang decak kagum atas kemajuan peradaban;

  • Kehidupan Sehari-hari atau Celah Kehidupan

Misalnya kehidupan sehari-hari pekerja urban di sebuah pabrik atau ekspresi seorang buruh angkut pasar Pabean adalah potret keseharian yang dapat direkam seorang pewarta foto. Foto jenis ini tidak terikat dengan unsur kehangatan atau aktualitas. Inti dari kegiatan membingkai foto dalam kategori ini adalah mengenalkan relik-relik kehidupan sosial pada orang lain. Foto-foto ini hendaknya dapat sampai ke level kesadaran sosial. Di mana masyarakat menjadi tergugah atas sisi kehidupan yang dijalani kaum yang lebih lemah;

  • Kesenian

Dapat berupa rekaman lensa art performance, misal foto seorang penari atau ekspresi pemain teater di panggung yang layak untuk dinikmati sebagai karya foto berita.

Metode EFDAT (Entire, Detail, Frame, Angle, Time)

Adalah suatu metode pemotretan untuk melatih optis melihat sesuatu dengan detil yang tajam. Membantu proses percepatan pengambilan keputusan terhadap suatu event atau kondisi visual bercerita dan bernilai berita dengan cepat dan lugas.

Entire (E) dikenal juga sebagai ‘established shot’, suatu keseluruhan pemotretan yang dilakukan begitu melihat suatu peristiwa atau bentuk penugasan lain. Untuk mengincar atau mengintai bagian-bagian untuk dipilih sebagai obyek.

Penjelasan Frame, Detail, Angle, dan Time langsung tertera di bawah ini:

(Sumber: dodohawe.wordpress.com)

Tips Singkat Stage Photography (Fotografi Panggung)

Masih berkaitan dengan jurnalisme foto, hampir semua wartawan foto akrab dengan fotografi panggung, yakni proses pemotretan peristiwa yang tersaji di panggung. Tidak hanya para petugas dokumentasi kegiatan, para wartawan foto juga sibuk memberitakan peristiwa panggung ke dalam media (cetak dan elektronik).

Apa dan bagaimana tips menangani masalah pemotretan di panggung ini? So Chen menerjemahkan artikel Scott Wrigley dari eazyduzit.com berikut ini.

  

                Gbr 117: Linkin Park diambil oleh Nathaniel

Cuaca jelek akhir-akhir ini telah mengilhami saya (Scott Wrigley) untuk sementara memindahkan fokus dari fotografi outdoor ke jenis fotografi indoor yang sangat rumit tetapi sangat berharga, yaitu stage photography.

Jika kita pikirkan stage photographymungkin akan tampak sederhana. Secara umum stage photography hanya untuk mengambil foto idola di atas panggung, memposting-nya ke Facebook, dan berharap ada  teman-teman yang comment “Wow keren”.

Stage photography bisa menjadi sesuatu yang spektakuler pada dunia fotografi profesional, namun seperti jenis fotografi lainnya, sangat dibutuhkan pengalaman dan mata yang tajam untuk menangkap detail yang baik.

Sebelum mencoba stage photography, pastikan bahwa DSLR dan lensa yang sempurna tersedia dalam kit profesional Anda. Selain itu, pencahayaan yang kuat dan tripod harus hadir setiap saat. Untuk awal mungkin akan tampak rumit digunakan untuk memotret konser Jon Bon Jovi, atau The Phantom of the Opera, namun hasilnya akan sepadan dengan usaha Anda.

Aperture dan shutter speed sangat penting untuk dipertimbangkan dalam hal ini kecuali DSLR yang Anda gunakan memiliki pengaturan otomatis, dan dapat menyesuaikan flash brightness pada jumlah cahaya dalam hitungan detik. Setiap konser satu dengan yang lainnya pasti memiliki perbedaan dimulai dari desain panggung, strobo, dan pencahayaan background yang dapat berubah-ubah secara cepat ketika acara berlangsung. Untuk itu, bawalah buku atau notepad dan pastikan untuk membuat catatan pada masing-masing setting, aperture, shutter speed, dan zoom lensa yang bekerja baik saat pemotretan.

Jika kamera DSLR Anda memiliki preset setting, coba pergunakan sport setting. Setting-an  ini digunakan untuk menangkap gerakan yang cepat, dan sebagian besar setting ini memiliki shutter speed otomatis dan penyesuaian aperture untuk memastikan bahwa efek pencahayaan yang sempurna tertangkap. Salah satu seting terhebat yang pernah dibuat adalah setting smile atau setting face. Pengaturan ini akan mendeteksi gambar paling penting dalam sebuah gambar, biasanya wajah manusia, dan membuat titik fokus sehingga gambar ekspresi wajah yang spektakuler, detail pakaian, dan cara cahaya memainkan dari wajah tokoh idola Anda dapat tertangkat dengan bagus.

 

                        Gbr 118:  “Concert” ditangkap oleh Maigi

Disarankan DSLR dengan seting kamera yang baik seperti kamera Sony Cybershot, Olympus Stylus, Panasonic Lumix, dan Canon Rebel EOS. Bebas saja  untuk berbelanja dan memilih kamera digital dengan megapixel tertinggi dan seting terbaik untuk gaya fotografi Anda. Namun, ketika Anda menentukan kamera mana yang akan diinvestasikan, pastikan periksa terlebih dahulu keakuratan layar LCD dalam menampilkan gambar atau cari review di internet dan majalah kamera agar Anda tidak salah memilih kamera. Bawa kartu memori cadangan dan pastikan untuk memiliki beberapa baterai charge. Untuk itu Anda akan memerlukan sebuah wall soket atau komputer yang memiliki charge baterai berbasis kamera digital.

Jauh-jauh hari sebelum acara konser akan berlangsung, rencanakan untuk membeli karcis dengan tempat duduk yang memiliki cukup ruang untuk bergerak dan memotret subjek, background, dan efek pencahayaan. Berlatihlah untuk sering mengganti lensa, dan seting. Yang terpenting adalah Anda harus membuka diri untuk selalu bereksperimen penuh dalam situasi ini. Cobalah sudut yang berbeda, dan bahkan skenario warna yang berbeda. Apakah DSLR Anda memiliki pengaturan B/W (black and white)? Gunakan pengaturan ini untuk mengambil gambar abadi yang sempurna untuk menjualnya ke koran-koran lokal.

Jika Anda memiliki lensa fish-eye, bawalah untuk memotret konser musik rock dan mengambil gambar dari interaksi orang banyak dengan bintang rock. Emosional fans dapat memengaruhi hasil gambar sehingga orang yang melihat foto hasil jepretan Anda akan terbawa pada suasana  di mana konser itu berlangsung, sehingga seperti pepatah orang bijak “sebuah gambar memiliki berjuta makna”.

 

Gbr 119: “Gala FIG – Gymnaestrada 2011” ditangkap oleh Philippe Golaz. (Sumber: eazyduzit.com)

Gbr 120: Foto panggung teater diambil dengan diafragma rendah.(Foto: Askurifai)

Mengenai fotografi jurnalistik tampaknya akan semakin membuat Anda kaya dengan alternatif profesi. Jika Anda punya jiwa jurnalis pilihan menjadi fotografer berita perlu dicoba. Berpetualang sekaligus berkarya menginformasikan kabar dunia lewat jepretan foto jurnalistik.