Ada semacam anekdot mengapa bisnis fotografi akan berlangsung hingga akhir jaman. Selama orang melaksanakan pernikahan, menghasilkan keturunan, dan ketika momen dalam kehidupan perlu didokumentasikan maka selama itu pula bisnis fotografi tetap ada.

Ya, setiap orang ketika menginjak usia dewasa berpikir menikah. Dalam persiapannya umumnya akan menyiapkan foto pranikah (prewedding) untuk kebutuhan kartu undangan dan foto ‘pajangan’ saat hari ‘H’. Dan foto pranikah seolah menjadi ‘wajib’ bagi kedua calon mempelai.

Dalam kehidupan seseorang ada tiga hal yang selalu dikenang, yakni pernikahan, kelahiran, dan kematian. Dan ketiga momen tersebut biasanya penting untuk didokumentasikan. Siapa pun. Kecuali keterbatasan yang memaksanya tidak mendokumentasikan. Dan pada masyarakat modern mereka banyak menggunakan jasa fotografer profesional, meskipun mempunyai peralatan fotografi rumahan. Hal ini dilakukan karena momen yang tidak bisa diulang selama hidup ini selalu diproyeksikan hasilnya bagus, selalu dikenang dan menjadi peninggalan sejarah. Anda pun tahu, jejak seseorang biasanya dikenal dari sejarah yang ditorehnya.

Nah, inilah yang membuat fotografi pernikahan menjadi menu bisnis fotografi pertama.

Foto pernikahan (wedding photography)merupakan satu rangkaian dokumentasi pada prosesi pernikahan, baik yang bersifat keagamaan, adat, dan seremonial yang monumental dan mengandung unsur penting, berharga, dan agung.

Dari definisi bebas tersebut, foto pernikahan mengandung sifat keagamaan. Hampir semua penganut agama di Indonesia mempunyai aturan baku yang tidak bisa dilanggar, misalnya Islam menganut konsep ijab-kabul. Untuk umat Kristiani dikenal istilah pemberkatan. Juga untuk agama-agama lainnya yang ada di Indonesia. Sifat keagamaan ini harus betul-betul diperhatikan, karena menyangkut keyakinan seseorang yang bersifat mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar karena bersifat sakral.

Sifat kedua berkaitan dengan upacara adat. Dengan beragam adat yang berbeda masing-masing suku di Indonesia mempunyai tata cara unik dan turun temurun dilestarikan. Berbeda dengan sifat keagamaan, pada kalangan tertentu aspek adat tidak harus ada karena biasanya menyangkut biaya dan waktu. Biaya karena umumnya upacara adat melibatkan dana tidak sedikit. Waktu juga berpengaruh. Ada yang mempunyai biaya tapi mungkin karena ingin acara pernikahannya singkat tidak mau menggunakan adat berbelit-belit. Contohnya untuk adat Jawa ada yang disebut dengan ‘Midodareni’ yang membutuhkan waktu tiga hari dalam rangkaian upacara pernikahan. Atau di Sunda ada yang disebut dengan ‘Ngeuyeuk Seureuh’ yang perlu waktu lama seperti Midodareni. Adat lain juga memerlukan waktu berhari-hari.

Adat Sunda ‘ngeyeuk seureuh’ termasuk foto pranikah.(Foto: Askurifai)

Sifat ketiga menyangkut acara seremonial. Biasanya seremonial ini berkaitan dengan kedinasan. Misalnya jika yang menikah kalangan TNI biasanya ada upacara Pedangpora. Atau jika yang menikah dari dinas tertentu ada semacam seremonial yang dilakukan untuk mempererat tali korp atau jiwa korsa dalam kedinasannya. Sifat yang satu ini tidak banyak dilakukan, hanya kalangan tertentu saja.

Fotografi Pranikah (prewedding)

Biasanya sebelum foto pernikahan dilakukan, ada foto pranikah yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari ‘H’. Biasanya foto jenis ini untuk melengkapi desain kartu undangan atau ucapan pernikahan.

Dalam situs foto weddingku.com disebutkan, foto pranikah tampaknya sudah menjadi keharusan bagi pasangan yang akan menikah. Keunikan foto pranikah bisa menjadi daya tarik tersendiri jika dipajang saat pesta pernikahan. Lalu, tema foto pranikah seperti apa yang akan Anda pilih? Berikut tips memilih tema foto pranikah.

Kata prewedding berasal dari bahasa Inggris yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti foto sebelum pernikahan. Namun seiring waktu, banyak yang akhirnya menganggap foto ini berarti pose di suatu lokasi, dengan konsep serta pakaian yang dipersiapkan untuk kemudian hasilnya dipajang pada acara resepsi, undangan, dan souvenir pernikahan.

Padahal pengertian dari kata ‘prewedding’ sebenarnya adalah foto yang dilakukan sebelum pernikahan itu sendiri. Bisa meliputi foto pertunangan, foto acara Midodareni (dari adat budaya Jawa) atau malam sebelum pernikahan berlangsung. Jadi, pengertian yang betul perihal foto pranikah adalah foto yang dilakukan sebelum acara pernikahan, bisa berupa foto dokumentasi acara adat sebelum pernikahan, foto dokumentasi pertunangan, siraman maupun foto gaya yang selama ini banyak diketahui dengan sebutan foto pranikah.

Fotofoto pranikah kini semakin banyak digemari pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan. Foto pranikah umumnya dibuat sebagai karya seni yang akan meninggalkan kesan indah, unik, dan bercitarasa pribadi.

Sebagai karya seni yang diharapkan indah dan bercitarasa pribadi, pengambilan fotofoto pranikah memerlukan perencanaan yang cermat agar kelak hasil karya foto tersebut layak pajang, baik di acara resepsi maupun di meja tamu.

Tahapan sebelum menjalani sesi foto pranikah diantaranya:

  • menentukan konsep album foto
  • memilih tema foto
  • memilih kostum dan lokasi
  • memilih fotografer yang tepat (bersambung)