Bab ini berisi pemaparan materi topik dan karya tulis ilmiah yang dapat digunakan sebagai arahan bagi penulis menyusun karya tulis ilmiah terutama pada langkah-langkah awal. Langkah awal yang ditempuh sebelum penelitian dilakukan adalah menentukan topik dan membuat kerangka. Dalam praktik menulis karya ilmiah berbagai permasalahan dapat diangkat menjadi topik. Topik akan berhubungan dengan pembuatan judul karya yang berfungsi mengomunikasikan inti permasalahan yang akan dibahas. Judul akan berhubungan dengan langkah selanjutnya yaitu menyusun kerangka isi karya tulis ilmiah yang mengacu pada konvensi atau kerangka organisasi karya tulis ilmiah. Perencanaan ini tidak terlepas dari metode penelitian yang harus dimuat dalam karya tulis ilmiah. Sementara itu, metode penelitian merupakan bidang ilmu tersendiri. Penggunaan metode. penelitian disesuaikan dengan topik dan bidang ilmu yang dikaji.

Capaian Pembelajaran

  1. Mahasiswa dapat menentukan topik yang layak untuk dijadikan karya tulis.
  2. Mahasiswa dapat menyusun kerangka karya tulis ilmiah.
  3. Mahasiswa dapat memahami dan menyusun proposal penelitian.
  4. Mahasiswa dapat memahami karya tulis ilmiah.

Topik

Subbab ini berisi arahan bagi mahasiswa dalam menentukan topik dan membuat judul yang merupakan langkah awal dari menulis karya ilmiah.

8.3.1 Pengertian Topik

Penelitian ilmiah adalah upaya menjelaskan fenomena nyata yang dialami dengan menetapkan prinsip umum untuk menerangkannya. Menyusun katya tulis ilmiah haruslah terencana, sistematis, dan terukur. Untuk itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih topik dan menetapkan judul.

Topik penelitian dapat diartikan sebagai kejadian atau peristiwa (fenomena) yang akan dijadikan lapang penelitian (Tanjung dan Ardial, 2005: 14). Oleh sebab itu, topik masih bersifat umum dan luas. Hal ini juga senada dengan yang dikemukakan Keraf bahwa ‘topik’ berasal dari kata dalam bahasa Yunani ‘topo/ yang berarti wilayah atau tempat (2007: 107). Topoi inilah yang dapat memberikan fakta-fakta bagi sebuah argumentasi dalam penelitian.

Cara Menyusun Topik

Terdapat setidaknya empat hal yang harus diperhatikan saat memilih topik. Hal ini sesuai dengan pendapat Hadi (1984) sebagaimana dikutip oleh Tanjung dan Ardial (Tanjung dan Ardial, 2005: 14). Keempat hal tersebut yaitu: (1) topik berada dalam jangkauan kemampuan peneliti (manageable topic); (2) data dari topik mudah didapat (obtainable data);

(3) topik cukup penting untuk diteliti (significance of topic), dan; (4) menarik untuk diteliti (interested topic).

Topik dapat disusun menggunakan sejumlah kata. Topik dapat disusun menggunakan minimal dua kata yang masing-masing berfungsi sebagai pusat (D= diterangkan) dan satu kata lagi sebagai atribut (M= menerangkan) (Pengajar Tata Tulis Karya Ilmiah, 2015: 79). Contoh topik: industri hijab, bahan halal, sistem informasi akuntansi.

Setelah ada topik maka hal lain yang dapat disusun adalah tema. Tema berfungsi menjadi jembatan antara topik dan judul. Sifat topik yang luas dan judul yang sempit ditengahi oleh tema. Tema merupakan topik yang mengandung tujuan. Dengan menambahkan beberapa kata yang menandakan tujuan pada topik maka tema pun dapat disusun dan berfungsi untuk menentukan arah dan tujuan penulisan (Pengajar Tata Tulis Karya Ilmiah, 2015: 79). Jika contoh topik di atas dijadikan tema, akan menjadi pengembangan industri hijab, penggunaan bahan halal, perancangan sistem informasi akuntansi penjualan.

Pengertian Judul

Setelah ada, maka judul dapat disusun. Judul penelitian dapat berupa kalimat, bentuknya satu kalimat pernyataan dan bukan kalimat pertanyaan. Judul terdiri atas kata-kata yang bersifat denotatif, singkat, dan deskriptif. Judul harus merupakan pencerminan dari seluruh isi karya tulis. Judul menurut Tanjung dan Ardial (2005: 20) harus menjadi identitas dari isi tulisan, dapat menjelaskan dan menarik pembaca sehingga dapat menduga materi dan permasalahan serta kaitannya, menunjukkan objek dan metode, maksud dan tujuan, serta wilayah dan kegunaan penelitiannya.

Cara Menulis Judul

Judul dapat disusun dengan menambahkan kata yang berupa keterangan yang dapat membatasi tema. Keterangan tersebut dapat berupa tempat, waktu, alat, dan tujuan (Pengajar Tata Tulis Karya Ilmiah, 2015: 79). Oleh sebab itu, judul bersifat sempit dan fokus. Contohnya:

I. Pengembangan Industri Hijab di Kota Bandung Tahun 2016

  • Analisis Penggunaan Bahan Halal dalam Kosmetika
  • Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Berbasis Komputer di Koperasi Syariah Al-Basith

Namun, bisa jadi judul yang telah disusun itu bersifat sementara. Pada akhir kegiatan ada kalanya judul tersebut dianggap kurang tepat dan beberapa katanya perlu diubah untuk lebih menepatkan dan memantapkannya. Ketepatan ini harus didasarkan kepada beberapa hal yang bersangkutan dengan arti dan fungsi judul tersebut secara hakiki.

Namun, judul hendaknya juga jangan terlalu panjang, misalnya “Pengaruh Kebiasaaan Menunaikan Salat di Awai Waktu pada Mahasiswa Mahasiswi di Kampus-kampus di Kota Bandung terhadap Konsentrasi Mahasiswa, Nilai Mata Kuliah, dan Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa”. Judul ini bisa diperpendek menjadi: “Pengaruh Salat di Awal Waktu terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa di Bandung”.

Judul juga tidak boleh mengandung singkatan. Judul “PKM Berbasis Masjid di Desa Jagabaya Kabupaten Bandung Tahun 2015” mengandung singkatan. Judul ini harus ditulis lengkap. “Potensi dan Kendala Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Masjid di Desa Jagabaya Kabupaten Bandung Tahun 2015”.

Kata yang tersusun dalam kalimat judul merupakan istilah ilmiah atau konsep yang disebut variabel. Susunan variabel harus memproyeksikan keseluruhan isi karya tulis. Oleh sebab itu, menetapkan judul suatu penelitian biasanya dapat dinyatakan dengan menggunakan kata kunci tertentu yang tersusun dalam kalimat judul. Tanjung dan Ardial (2005: 21) mengemukakan beberapa kata kunci untuk judul penelitian yang bersifat korelasional, yaitu sebagai berikut.

1) Pengaruh X terhadap Y 2) Efek X terhadap Y 3) Respons X terhadap Y

  • Dampak X terhadap Y
  • Beberapa faktor yang memengaruhi Y, dan sebagainya
  • Peranan X dalam Y 7) Partisipasi X dalam Y 8) Integrasi X dalam Y
  • Fungsi X dalam Y
  • Hubungan X dengan Y, dan sebagainya

Selain itu, ada pula kata kunci yang digunakan untuk penelitian yang langsung menunjuk kepada proses kerja atau metode penelitiannya (Tanjung dan Ardial, 2005: 22). Kata kunci tersebut adalah sebagai berikut.

1) Analisis X dalam upaya Y di Z 2) Studi X dalam rangka Y 3) Deskripsi tentang X di Y

  • Dinamika X dalam rangka Y
  • Perbandingan antara X dengan Y di Z
  • Kecenderungan X di Y, dan sebagainya.

8.4 Kerangka Karya Tulis Ilmiah

Subbab ini berisi arahan bagi mahasiswa untuk dalam menyusun kerangka karya tulis ilmiah.

Pengertian Kerangka

Apabila topik, tema, dan judul sudah ditentukan, hal lain yang dapat dilakukan adalah menyusun kerangka karangan. Kerangka karangan adalah rencana karangan secara garis besar yang memuat pokok-pokok bahasan. Kerangka karangan berfungsi menyusun karangan secara teratur, memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda, menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih, dan memudahkan penulis untuk mencari materi pembantu (Keraf, 1997: 133134). Dalam konteks ini, kerangka karangan adalah pedoman dalam menyusun karya tulis ilmiah mulai dari mengumpulkan data hingga membuat simpulan dan saran.

Cara Menulis Kerangka Karya Tulis Ilmiah

Apabila judul penelitian telah ditentukan, langkah selanjutnya adalah menentukan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Selain itu, kerangka karangan juga berisi aspek-aspek yang diteliti, metode, dan teknik penelitian.

Rumusan masalah dikemukakan secara tersurat dan jelas dalam bentuk pertanyaan yang hendap dicarikan jawabannya. Rumusan masalah disusun secara singkat, padat, dan jelas. Rumusan masalah menampakkan variabel yang diteliti, jenis, sifat hubungan antara variabel tersebut, dan subjek penelitian. Misalnya, jika judul seperti Analisis Pengembangan Industri Hijab di Kota Bandung Tahun 2016, rumusan masalahnya adalah Bagaimana produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung pada tahun 2016? dan Metode apa yang perlu digunakan agar produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung mencapai titik optimal?

Setelah rumusan masalah yang perlu dikemukakan adalah tujuan penelitian. Tujuan yang dimaksud bukan tujuan akademis misalnya, untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah tertentu, untuk persyaratan sidang sarjana. Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi tujuan penelitian mengacu pada rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannnya. Rumusan masalah penelitian menggunakan kalimat tanya, sedangkan tujuan penelitian menggunakan kalimat pernyataan.

Misalnya,

Judul             Analisis Pengembangan Industri Hijab di Kota Bandung Tahun 2016
Rumusan Bagaimana produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung pada tahun 2016?Metode apa yang perlu digunakan agar produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung mencapai titik optimal?
Tujuan         1) Menjelaskan produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung pada tahun 2016.

2) Menemukan metode yang tepat digunakan agar produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung mencapai titik optimal.

Dari rumusan masalah dan tujuan penelitian dapat diturunkan aspek yang akan diteliti agar tujuan dapat dicapai. Aspek ini yang menjadi pokok bahasan yang dapat dituangkan dalam bentuk bab atau pasal dalam katya ilmiah. Jika yang dibahas adalah pengembangan industri hijab di kota Bandung, aspek yang diteliti berupa hijab, industri hijab, produsen, jumlah produksi, konsumen, jumlah konsumsi, kota Bandung, dan sebagainya.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah metode dan teknik penelitian. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2015: 18). Berdasarkan definisi tersebut, cara meneliti harus berdasarkan pada ciriciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sitematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau Oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara yang dilakukan itu dapat diamati Oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. Sistematis berarti proses yang digunakan dalam penelitian tersebut menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Metode penelitian tersebut bersifat deskriptif, yaitu mendeskripsikan data dengan baik dari literatur maupun lapangan kemudian dianalisis, sehingga sering disebut deskriptif analitis.

Sementara itu, teknik penelitian terdiri atas teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik penyajian data. Untuk mengumpulkan data dapat digunakan berbagai cara di antaranya studi literatur, survei, observasi, wawancara, kuesioner. Untuk mengenal metode dan teknik penelitian secara lengkap, diperlukan ilmu khusus yaitu Metodologi Penelitian.

Contoh kerangka karangan:

  Topik                         Industri Hijab Judul                          Pengembangan Industri Hijab di Kota Bandung Tahun 2016 Rumusan masalah Bagaimana produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung pada tahun 2016?Metode apa yang perlu digunakan agar produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung mencapai titik optimal? Tujuan                     Menjelaskan produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung pada tahun 2016.Menemukan Metode yang tepat digunakan agar produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung mencapai titik optimal. Aspek yang diteliti hijabindustriindustri hijabproduksi: produsen, jumlah produksi,konsumsi: konsumen, jumlah konsumsi,kota Bandung, dan sebagainya. Metode yang    digunakan deskriptif analitik Teknik yang                  pengumpulan data: studi literatur, observasi digunakan lapangan, wawancara, penyebaran kuesioner Sumber bahan            a. Buku penulisan b. Jurnal penelitian

c. Informasi dari media masa

Proposal Penelitian

Proposal penelitian merupakan rencana kegiatan dan langkah sistematis yang akan dilakukan peneliti dalam penelitian. Proposal juga menjadi pedoman bagi peneliti. Dalam menyusun proposal perlu dicermati berbagai sumber yang dapat mendukung dan yang menghambat terlaksananya penelitian.

Penelitian dilakukan dari adanya suatu potensi (segala sesuatu yang bila diberdayakan akan mendapat nilai tambah) atau permasalahan. Masalah merupakan “penyimpangan” antara apa yang seharusnya dengan apa yang terjadi, penyimpangan antara teori dengan praktik, dan penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan. Sistematika dan pola proposal bergantung pada jenis penelitian yang akan digunakan.

Proposal atau rencana penelitian harus ditulis secara sistematis dan logis, sehingga dapat dijadikan pedoman untuk diikuti. Proposal penelitian paling sederhana terdiri atas tiga bagian, yaitu Pendahuluan, Landasan Teori, dan Metode dan Teknik Penelitian. Proposal dapat dilengkapi dengan menambahkan Biaya dan Jadwal Penelitian.

Sistematika Proposal

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian

1.2 Rumusan Masalah Penelitian

1.3 Tujuan Penelitian

1.4 Manfaat Penelitian

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB 3 METODE PE-NELITIAN

3.1 Metode Penelitian

3.2 Teknik Penelitian :Teknik Pengumpulan Data, Teknik Pemilihan Data, Teknik Analisis Data, Teknik Penyajian Analisis

BAB 4 BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

4.1 Anggaran Biaya

4.2 Jadwal penelitian DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

8.6 Karya Tulis ilmiah

Penulisan karya ilmiah merupakan salah satu kegiatan pokok di perguruan tinggi. Karya tulis ilmiah merupakan karya tulis yang telah diakui dalam bidang ilmu pengetahuanı teknologi, dan seni. Karya tulis ilmiah disusun sesuai dengan kaidah dan tata cara ilmiahl serta mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan.

Melalui karya tulis ilmiah, masyarakat akademik dapat mengomunikasikan informasi barut gagasan, kajian, dan hasil penelitian. Dalam menyusun karya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan menulis (1) pendahuluan yang berisi: latar belakang masalah penelitian; rumusan masalah penelitian; tujuan penelitian; manfaat penelitian (2) teori yang digunakan (kepustakaan), (3) metode dan teknik penelitian, (3) hasil dan pembahasan, (4) penutup: simpulan dan saran.

  1. Bagian Pendahuluan

Bagian Pendahuluan merupakan bagian pertama. Tujuan utama bagian ini adalah menyajikan suatu alasan penelitian, bergerak dari pembahasan yang umum tentang topik penelitian ke pertanyaanpertanyaan atau hipotesis yang khusus diteliti. Selain itu, bagian ini juga berfungsi untuk menarik pembaca terhadap topik yang dibahas.

Bagian ini berisi uraian tentang pendahuluan dan merupakan bagian awal dari skripsi. Pendahuluan berisi latar belakang, rumusan masalahı tujuan penelitian dan manfaat atau signifikansi penelitian, serta metode dan teknik yang digunakan dalam penelitian.

  • Latar Belakang Masalah Penelitian

Latar belakang digunakan untuk mengemukakan motivasi dan rasionalisasi Yang melatarbelakangi penelitian tertentu perlu dilakukan. Permasalahan merupakan hal yang utama dalam bagian ini. Menurut The Little Redschoolhouse (1995), sebuah permasalahan harus mengandung komponen—komponen: (1) kondisi yang tidak stabil; (2) konsekuensi dari kondisi yang tidak stabil tersebut, yang dikemas sebagai kerugian dari kondisi Yang tidak stabil dan keuntungan bila kondisi menjadi stabil. Oleh karena itu, pengantar harus memuat pernyataan masalah yang dibuat dengan memaparkan keadaan yang tidak stabil dan kerugian dari membiarkan keadaan tidak stabil tidak teratasi.

Menurut Permatasari, Alhamuddin, dan Agustiningsih (2016) ada beberapa hal yang harus dimuat dalam latar belakang masalah penelitian, yaitu: (1) persoalan yang diamati; (2) alasan mengenai persoalan itu perlu dibacarakan saat ini persoalan yang Anda amati; (3) peristiwa Iain yang juga mendapat perhatian saat ini yang berfungsi untuk menunjukkan peneliti mengetahui hal Iain yang juga terjadi; (4) latar belakang historis yang mempunyai hubungan langsung dengan persoalan Yang akan diargumentasikan agar pembaca dapat memperoleh pengertian dasar mengenaj hal tersebut; (5) beberapa penelitian serupa yang pernah dilakukan sebelumnya; (6) metode dan teknik Yang akan digunakan untuk meneliti persoalan tersebut.

  • Rumusan Masalah

Bila kita memikirkan suatu masalah, kita cenderung mencari solusisolusinya terlebih dahulu, akibatnya, kita menawarkan banyak solusi, tetapi lemah dalam hal perumusannya. Oleh karena itu, dalam menulis isi pengantar, kita harus berlatih untuk berpikir retrospektif, berjalan mundur dari solusi ke masalah.

Pada suatu penelitian, permasalahan penelitian dapat ditulis pada subbab tersendiri. Permasalahan penelitian ini merupakan penegasan kembali permasalahan yang ditulis pada pengantar, tetapi lebih lebih mendetail pemaparannya. Menurut Permatasari, ddk (2016) bagian ini memuat rumusan masalah penelitian berupa identifikasi spesifik mengenai persoalan yang akan diteliti dalam bentuk pertanyaan. Jumlah rumusan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kompleksitas penelitian Yang dilakukan. Urutan rumusan disesuaikan dengan mempettimbangkan alur penelitian.

  • Tujuan Penelitian

Bagian ini menunjukkan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian.  Hal ini tercermin dari rumusan masalah penelitian yang telah disampaikan sebelumnya. Menurut Permatasari, dkk (2016) tujuan inti dari penelitian ada kalanya tidak terletak pada tujuan pertama karena susunan tujuan penelitian Yang disesuaikan dengan urutan rumusan masalah penelitian. Rumusan pertama bisa jadi merupakan syarat atau langkah awal Yang mengarahkan penelitian pada pencapaian tujuan yang sesungguhnya.

Menurut Nasution sebagaimana dikutip Santoso (2015: 103) Tujuan harus memiliki elemen-elemen tersebut: (1) menggambarkan hasil final yang hendak dicapai; (2) spesifik dan persis; (3) menggambarkan perubahan yang dapat diukur dan dapat dilihat; (4) menyatakan standar mutu atau kriteria sebagai patokan mengukur keberhasilan; (5) menyebutkan segala kualifikasi pokok atau bagaimana kondisi yang melingkungi pencapaian tujuan; (6) menetapkan titik akhir yang menunjukkan bahwa tujuan telah dicapai.

  • Manfaat Penelitian

Bagian ini memberikan gambaran mengenai kontribusi Yang dapat diberikan oleh hasil penelitian. Manfaat penelitian ini dapat dilihat dari satu atau beberapa aspek, misalnya dari segi teoretis, segi kebijakan, segi praktik, dan dari segi isu serta aksi sosial.

  1. Kepustakaan

Kajian pustaka ini memberikan konteks dan kedudukan dari permasalahan yang diangkat dalam penelitian dalam bidang ilmu. Hal yang perlu disiapkan adalah konsep-konsep, teori, dalil, hukum-hukum, model-model dalam bidang yang dikaji. Selain itu, ada pula penelitian terdahulu yang relevan dengan bidang yang diteliti, termasuk subjek, prosedur, dan temuannya. Menurut Permatasari, dkk (2016) hal lain yang juga penting pada bagian ini adalah peneliti dapat memosisikan dirinya berkenaan dengan masalah yang diteliti dengan membandingkan, mengontraskan, dan memosisikan kedudukan masing-masing penelitian yang dikaji melalui pengaitan dengan masalah yang diteliti.

  • Metode dan Teknik Penelitian

Cara penelitian merupakan hal paling mudah untuk menjelaskan metodologi adalah berdasarkan kronologi penelitian. Metodologi penelitian yang digunakan harus dipaparkan.

Dalam menjelaskan metodologi penelitian, hal lain yang harus diperhatikan adalah reliabilitas dan validitas. Reliabilitas adalah kemampuan mengukur untuk mendapatkan hasil- hasil yang konsisten sedangkan validitas menunjukan bahwa ukuran pada dasarnya mengukur apa yang pokok-pokok untuk diukur.

Selain itu, hal lain yang perlu dipikirkan adalah bahan dan cara penelitian. Bahan yang diperlukan dalam penelitian harus dirinci dan diperhatikan. Demikian pula dengan cara atau teknik penelitian. Cara penelitian yang dipilih dan akan dilakukan tentu akan memengaruhi proses dan hasil penelitian. Hal lain yang harus disebutkan adalah sumber dari mana bahan penelitian itu didapat dan dari karakteristik khususnya, seperti umur, seks, status genetika, dan fisiologi (Day, 1979).

Bahan penelitian harus disebutkan dari mana asalnya, berapa jumlahnya, kapan pendataan bahan dilakukan. Bila penelitian menggunakan subjek manusia, harus disebutkan apa alasan/ kriteria seleksi dan apakah perlu persetujuan lisan/tertulis (consent) dari Sübjek penelitian. Bila perlu persetujuan subjek, harus dijelaskan apakah hal tu sudah dilakukan.

 3. Hasil dan Pembahasan

Hasil penelitian dan pembahasan dalam kerangka laporan skripsi terdiri atas pemaparan data hasil penelitian dan pembahasan hasil temuan. Pemaparan data dapat dilakukan sesuai dengan prosedur dan desain penelitian yang dilakukan. Dalam pemaparan data, penulis sering memaparkan data yang terlalu banyak, tetapi tidak dibahas dengan baik dan tjdak dianalisis. Untuk itu, perlu diperhatikan beberapa pernyataan yang dikemukakan oleh Craswell. Mengutip pendapat Craswell (2005:199) sebagaimana dikutip (Permatasari, dkk. 2015: 32), beliau menyatakan bahwa dalam pemaparan data perlu dipertanyakan hal-hal berikut ini.

  1. Apa yang dianggap paling penting tentang temuan penelitian secara umum dan mengapa hal itü penting?
  2. Temuan mana yang tampaknya yang lebih penting penting dan kurang penting serta mengapa?
  3. Apakah ada temuan khusus yang harus diperhatikan secara khusus pula dan mengapa?
  4. Apakah ada sesuatu yang aneh atau tidak biasa dalam temuan penelitian yang perlu disebutkan dan mengapa?
  5. Apakah metodologi yang digunakan atau faktor lain telah mempengaruhi interpretasi tentang penelitian yang dilakukanı dan apakah ini merupakan sesuatu yang perlu dibahas, semisal biasa yang bisa muncul dalam desain penelitian.

Pembahasan atau analisis temuan mendiskusikan temuan tersebut dikaitkan dengan dasar teoretis yang telah dibahas pada bab kajian pustaka dan temuan sebelumnya. Sternberg (1988:53) sebagaimana dikutip (Permatasariı dkk. 2015: 33) mengemukakan tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan dalam pembahasan temuan penelitian, yaitu sebagai berikut ini.

  1. Menjelaskan bagaimana data cocok dengan hipoteisis awal (penelitian kuantitatif) atau bagaimana data bisa menjawab pertanyaan penelitian (penelitian kualitatif).
  2. Membuat pernyataan simpulan.
  3. Membahas atau mendiskusikan data dengan menghubungkannya dengan teori dan implikasi hasil penelitian.

4. Simpulan dan Saran

Simpulan dan saran menyajikan pemaknaan peneliti terhadap hasil temuan penelitian yang dilakukan. Simpulan harus menjawab rumusan masalah penelitian. Selain itu, simpulan tidak mencantumkan lagi angkaangka yang diperoleh dalam uji coba produk.

Saran yang ditulis setelah simpulan dapat ditujukan kepada para pembuat kebijakan, kepada para pengguna hasil penelitian yang bersangkutan, kepada peneliti berikutnya yang berminat untuk melakukan penelitian yang sejenis.

8.7 Perlatihan

  1. Jelaskan syarat topik yang baik untuk karya tulis ilmiah!
  2. Buatlah judul karya tulis dari topik ‘makanan halal’!
  3. Buatlah rumusan dan tujuan penelitian untuk sebuah makalah dengan topik ‘makanan halal’!
  4. Jelaskan apa saja yang harus terdapat dalam kerangka karya tulis ilmiah!
  5. Jelaskan perbedaan antara proposal dengan karya tulis ilmiah!
  6. Jelaskan pasal atau pokok apa saja yang ada pada bab pendahuluan!

Ringkasan Materi

Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah perencanaan. Perencanaan yang baik akan menentukan kualitas karya tulis ilmiah yang dihasilkan. Merencanakan ulang karya ilmiah dapat memulai dengan menemukan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dari pertimbangan tersebut dapat ditentukan topik. Kemudian, perbaiki kata yang perlu diperbaiki, mempersempit, dan memfokuskan dapat dilakukan. Penambahan kata tersebut terdiri dari terdiri dari tempat keterangan, waktu, alat, dan tujuan. Jika topik dan judul sudah ditentukan maka hal lain yang dapat dilakukan adalah menyusun karya tulis ilmiah yaitu rencana tulisan garis besar yang memuat pokok bahasan pokok bahasan. Membuat karya untuk membuat tulisan secara teratur, membuat penulis membuat klimaks yang berbeda, hindari penggarapan topik sampai dua kali lipat, dan berikan penulis untuk mencari bahan pembantu. Menyusun hasil karya yang dapat dilakukan dengan menyusun (1) pendahuluan yang berisi: latar belakang masalah penelitian; rumusan masalah penelitian; tujuan penelitian; Manfaat penelitian, metode, dan teknik penelitian, (2) teori yang digunakan (kepustakaan), (3) metode dan teknik penelitian, (4) pembahasan, dan (5) penutup yang berisi simpulan dan saran.