Bab ini berisi pemaparan materi silogisme yang dapat digunakan untuk memandu mahasiswa mampu menyusun silogisme. Silogisme akan berhubungan dengan logika berpikir dan dalam pengemukaan gagasan.

7.2 Capaian Pembelajaran

Mahasiswa dapat menyusun simpulan yang benar dari dua premis yang memenuhi syarat silogisme.

7.3 Silogisme

Subbab ini berisi panduan bagi mahasiswa untuk menyusun simpulan dari dua pernyataan atau premis.

7.4 Pengertian Silogisme

Silogisme adalah suatu bentuk proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan proposisi ketiga. Kedua proposisi yang pertama disebut juga premis. Kata premis berasal dari kata praemissus yang merupakan bentuk partisipium perfektum dari kata praemittere; prae ‘sebelum’, ‘lebih dahulu’; mittere ‘mengirim’ (Keraf, 2007: 58).

Dalam setiap silogisme hanya terdapat tiga proposisi, yaitu dua proposisi yang disebut premis, dan sebuah proposisi yang disebut konklusi. Sehubungan dengan istilah-istilah yang ada, maka nama proposisi-proposisi itu diberi nama sesuai dengan istilah yang dikandungnya, yaitu ada premis mayor dan premis minor, dan konklusi.

  1. Premis mayor adalah premis yang mengandung istilah mayor dari silogisme itu. Premis mayor adalah proposisi yang dianggap benar baik semua anggota kelas tertentu. Misalnya: ‘semua buruh adalah manusia pekerja’ disebut sebagai premis mayor karena ia mengandung istilah mayor yang nantinya akan muncul sebagai predikat dalam konklusi. Sebaliknya dari segi isinya proposisi ini disebut premis mayor karena ‘manusia pekerja’ dianggap benar bagi seluruh anggota ‘buruh’.
  2. Premis minor adalah premis yang mengandung istilah minor dari silogisme itu. Premis minor adalah proposisi yang mengidentifikasi sebuah peristiwa (fenomena) yang khusus sebagai anggota dari kelas tadi. Misalnya ‘semua tukang batu adalah buruh’, karena ia mengandung istilah minor (tukang batu) yag akan muncul sebagai subjek dalam konklusi. Premis ini mengindentifikasi tukang batu sebagai anggota dari kelas buruh.
  3. Kesimpulan adalah proposisi yang mengatakan bahwa apa yang benar tentang seluruh kelas, juga akan benar atau berlaku bagi anggota tertentu. Dalam hal ini, kalau benar semua buruh adalah manusia pekerja, maka semua tukang batu -yang adalah anggota dari buruhjuga harus merupakan manusia pekerja.
7.5 Syarat Penyusunan Simpulan

Syarat-syarat agar simpulan dapat dibuat:

  1. Kedua pernyataan atau salah satu dari kedua pernyataan itu berlaku umum (biasanya menggunakan kata semua).
  2. Kedua pernyataan atau salah satu dari kedua pernyataan itu positif.
  3. Kedua pernyataan itu mempunyai bagian yang sama.

Contoh:

  • Semua manusia normal tahu tentang baik dan buruk. (umum, positif)
  • Pada umumnya manusia normal tidak menyukai kecurangan.

(sebagian, negatif)

Bagian yang sama: manusia normal

  • Semua orang yang berakhlak luhur tidak suka minuman keras.

(umum, negatif)

  • Semua orang yang suka minuman keras tidak baik menjadi guru. (umum, negatif)

Tidak ada bagian yang sama dan keduanya negatif

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menarik kesimpulan:

I) simpulan harus positif jika kedua pernyataan positif;

  • simpulan harus negatif jika salah satu dari pernyataan itü negatif;
  • simpulan berlaku untuk sebagian jika salah satu pernyataan itü berlaku untuk sebagian;
  • bagian yang sama dari kedua pernyataan itü tidak dicantumkan dalam simpulan.

Contoh:

  1. Setiap warga negara Indonesia tahu tentang Pancasila.
  2. Beberapa orang dari kelompok itü tidak tahu tentang Pancasila

Simpulan: Beberapa orang dari kelompok itü bukan warga negara

Indonesia.

7.6 Perlatihan
  1. Manusia adalah mahluk berakal budi. Alibaba adalah seorang manusia.
  2. Semua calon mahasiswa yang berusia di atas tiga puluh tahun tidak mengikuti perpeloncoan. Nina adalah calon mahasiswa yang berusia

31 tahun.

  • Semua calon mahasiswa yang berusia di bawah tiga puluh tahun harus mengikuti perpeloncoan. Nina adalah calon mahasiswa yang tidak berusia di bawah 30 tahun.
  • Jika tidak turun hujan, maka panen akan gagal. Hujan tidak turun.
  • Jika tidak turun hujan, panen akan gagal. Hujan turun.
7.7 Ringkasan Materi

Dalam proses mengemukakan gagasan salah satu hal harus diperhatikan adalah pernyataan. Pernyataan dihasilkan dari penarikan simpulan. Penarikan simpulan dapat dilakukan dari dua pernyataaan atau premis yang memenuhi syarat silogisme yaitu: (1) kedua pernyataan atau salah satu dari kedua pernyataan itu berlaku umum (biasanya menggunakan kata semua); (2) kedua pernyataan atau salah satu dari kedua pernyataan itu positif, dan; (3) kedua pernyataan itu mempunyai bagian yang sama.

7.8 DaRar Pustaka

Keraf, Gorys. 2007. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia

BAB Vlll

TOPIK, PROPOSAL, DAN KARYA TULIS ILMIAH

8.1 Deskripsi Singkat

Bab ini berisi pemaparan materi topik dan karya tulis ilmiah yang dapat digunakan sebagai arahan bagi penulis menyusun karya tulis ilmiah terutama pada langkah-langkah awal. Langkah awal yang ditempuh sebelum penelitian dilakukan adalah menentukan topik dan membuat kerangka. Dalam praktik menulis karya ilmiah berbagai permasalahan dapat diangkat menjadi topik. Topik akan berhubungan dengan pembuatan judul karya yang berfungsi mengomunikasikan inti permasalahan yang akan dibahas. Judul akan berhubungan dengan langkah selanjutnya yaitu menyusun kerangka isi karya tulis ilmiah yang mengacu pada konvensi atau kerangka organisasi karya tulis ilmiah. Perencanaan ini tidak terlepas dari metode penelitian yang harus dimuat dalam karya tulis ilmiah. Sementara itu, metode penelitian merupakan bidang ilmu tersendiri. Penggunaan metode. penelitian disesuaikan dengan topik dan bidang ilmu yang dikaji.

8.2 Capaian Pembelajaran

  1. Mahasiswa dapat menentukan topik yang layak untuk dijadikan karya tulis.
  2. Mahasiswa dapat menyusun kerangka karya tulis ilmiah.
  3. Mahasiswa dapat memahami dan menyusun proposal penelitian.
  4. Mahasiswa dapat memahami karya tulis ilmiah.

8.3 Topik

Subbab ini berisi arahan bagi mahasiswa dalam menentukan topik dan membuat judul yang merupakan langkah awal dari menulis karya ilmiah.

8.3.1 Pengertian Topik

Penelitian ilmiah adalah upaya menjelaskan fenomena nyata yang dialami dengan menetapkan prinsip umum untuk menerangkannya. Menyusun katya tulis ilmiah haruslah terencana, sistematis, dan terukur. Untuk itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih topik dan menetapkan judul.

Topik penelitian dapat diartikan sebagai kejadian atau peristiwa (fenomena) yang akan dijadikan lapang penelitian (Tanjung dan Ardial, 2005: 14). Oleh sebab itu, topik masih bersifat umum dan luas. Hal ini juga senada dengan yang dikemukakan Keraf bahwa ‘topik’ berasal dari kata dalam bahasa Yunani ‘topo/ yang berarti wilayah atau tempat (2007: 107). Topoi inilah yang dapat memberikan fakta-fakta bagi sebuah argumentasi dalam penelitian.

8.3.2 Cara Menyusun Topik

Terdapat setidaknya empat hal yang harus diperhatikan saat memilih topik. Hal ini sesuai dengan pendapat Hadi (1984) sebagaimana dikutip oleh Tanjung dan Ardial (Tanjung dan Ardial, 2005: 14). Keempat hal tersebut yaitu: (1) topik berada dalam jangkauan kemampuan peneliti (manageable topic); (2) data dari topik mudah didapat (obtainable data);

(3) topik cukup penting untuk diteliti (significance of topic), dan; (4) menarik untuk diteliti (interested topic).

Topik dapat disusun menggunakan sejumlah kata. Topik dapat disusun menggunakan minimal dua kata yang masing-masing berfungsi sebagai pusat (D= diterangkan) dan satu kata lagi sebagai atribut (M= menerangkan) (Pengajar Tata Tulis Karya Ilmiah, 2015: 79). Contoh topik: industri hijab, bahan halal, sistem informasi akuntansi.

Setelah ada topik maka hal lain yang dapat disusun adalah tema. Tema berfungsi menjadi jembatan antara topik dan judul. Sifat topik yang luas dan judul yang sempit ditengahi oleh tema. Tema merupakan topik yang mengandung tujuan. Dengan menambahkan beberapa kata yang menandakan tujuan pada topik maka tema pun dapat disusun dan berfungsi untuk menentukan arah dan tujuan penulisan (Pengajar Tata Tulis Karya Ilmiah, 2015: 79). Jika contoh topik di atas dijadikan tema, akan menjadi pengembangan industri hijab, penggunaan bahan halal, perancangan sistem informasi akuntansi penjualan.

8.3.3 Pengertian Judul

Setelah ada, maka judul dapat disusun. Judul penelitian dapat berupa kalimat, bentuknya satu kalimat pernyataan dan bukan kalimat pertanyaan. Judul terdiri atas kata-kata yang bersifat denotatif, singkat, dan deskriptif. Judul harus merupakan pencerminan dari seluruh isi karya tulis. Judul menurut Tanjung dan Ardial (2005: 20) harus menjadi identitas dari isi tulisan, dapat menjelaskan dan menarik pembaca sehingga dapat menduga materi dan permasalahan serta kaitannya, menunjukkan objek dan metode, maksud dan tujuan, serta wilayah dan kegunaan penelitiannya.

8.3.4 Cara Menulis Judul

Judul dapat disusun dengan menambahkan kata yang berupa keterangan yang dapat membatasi tema. Keterangan tersebut dapat berupa tempat, waktu, alat, dan tujuan (Pengajar Tata Tulis Karya Ilmiah, 2015: 79). Oleh sebab itu, judul bersifat sempit dan fokus. Contohnya:

I. Pengembangan Industri Hijab di Kota Bandung Tahun 2016

  • Analisis Penggunaan Bahan Halal dalam Kosmetika
  • Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Berbasis Komputer di Koperasi Syariah Al-Basith

Namun, bisa jadi judul yang telah disusun itu bersifat sementara. Pada akhir kegiatan ada kalanya judul tersebut dianggap kurang tepat dan beberapa katanya perlu diubah untuk lebih menepatkan dan memantapkannya. Ketepatan ini harus didasarkan kepada beberapa hal yang bersangkutan dengan arti dan fungsi judul tersebut secara hakiki.

Namun, judul hendaknya juga jangan terlalu panjang, misalnya “Pengaruh Kebiasaaan Menunaikan Salat di Awai Waktu pada Mahasiswa Mahasiswi di Kampus-kampus di Kota Bandung terhadap Konsentrasi Mahasiswa, Nilai Mata Kuliah, dan Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa”. Judul ini bisa diperpendek menjadi: “Pengaruh Salat di Awal Waktu terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa di Bandung”.

Judul juga tidak boleh mengandung singkatan. Judul “PKM Berbasis Masjid di Desa Jagabaya Kabupaten Bandung Tahun 2015” mengandung singkatan. Judul ini harus ditulis lengkap. “Potensi dan Kendala Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Masjid di Desa Jagabaya Kabupaten Bandung Tahun 2015”.

Kata yang tersusun dalam kalimat judul merupakan istilah ilmiah atau konsep yang disebut variabel. Susunan variabel harus memproyeksikan keseluruhan isi karya tulis. Oleh sebab itu, menetapkan judul suatu penelitian biasanya dapat dinyatakan dengan menggunakan kata kunci tertentu yang tersusun dalam kalimat judul. Tanjung dan Ardial (2005: 21) mengemukakan beberapa kata kunci untuk judul penelitian yang bersifat korelasional, yaitu sebagai berikut.

1) Pengaruh X terhadap Y 2) Efek X terhadap Y 3) Respons X terhadap Y

  • Dampak X terhadap Y
  • Beberapa faktor yang memengaruhi Y, dan sebagainya
  • Peranan X dalam Y 7) Partisipasi X dalam Y 8) Integrasi X dalam Y
  • Fungsi X dalam Y
  • Hubungan X dengan Y, dan sebagainya

Selain itu, ada pula kata kunci yang digunakan untuk penelitian yang langsung menunjuk kepada proses kerja atau metode penelitiannya (Tanjung dan Ardial, 2005: 22). Kata kunci tersebut adalah sebagai berikut.

1) Analisis X dalam upaya Y di Z 2) Studi X dalam rangka Y 3) Deskripsi tentang X di Y

  • Dinamika X dalam rangka Y
  • Perbandingan antara X dengan Y di Z
  • Kecenderungan X di Y, dan sebagainya.

8.4 Kerangka Karya Tulis Ilmiah

Subbab ini berisi arahan bagi mahasiswa untuk dalam menyusun kerangka karya tulis ilmiah.

8.4.1 Pengertian Kerangka

Apabila topik, tema, dan judul sudah ditentukan, hal lain yang dapat dilakukan adalah menyusun kerangka karangan. Kerangka karangan adalah rencana karangan secara garis besar yang memuat pokok-pokok bahasan. Kerangka karangan berfungsi menyusun karangan secara teratur, memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda, menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih, dan memudahkan penulis untuk mencari materi pembantu (Keraf, 1997: 133134). Dalam konteks ini, kerangka karangan adalah pedoman dalam menyusun karya tulis ilmiah mulai dari mengumpulkan data hingga membuat simpulan dan saran.

8.4.2 Cara Menulis Kerangka Karya Tulis Ilmiah

Apabila judul penelitian telah ditentukan, langkah selanjutnya adalah menentukan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Selain itu, kerangka karangan juga berisi aspek-aspek yang diteliti, metode, dan teknik penelitian.

Rumusan masalah dikemukakan secara tersurat dan jelas dalam bentuk pertanyaan yang hendap dicarikan jawabannya. Rumusan masalah disusun secara singkat, padat, dan jelas. Rumusan masalah menampakkan variabel yang diteliti, jenis, sifat hubungan antara variabel tersebut, dan subjek penelitian. Misalnya, jika judul seperti Analisis Pengembangan Industri Hijab di Kota Bandung Tahun 2016, rumusan masalahnya adalah Bagaimana produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung pada tahun 2016? dan Metode apa yang perlu digunakan agar produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung mencapai titik optimal?

Setelah rumusan masalah yang perlu dikemukakan adalah tujuan penelitian. Tujuan yang dimaksud bukan tujuan akademis misalnya, untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah tertentu, untuk persyaratan sidang sarjana. Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi tujuan penelitian mengacu pada rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannnya. Rumusan masalah penelitian menggunakan kalimat tanya, sedangkan tujuan penelitian menggunakan kalimat pernyataan.

Misalnya,

Judul             Analisis Pengembangan Industri Hijab di Kota Bandung Tahun 2016
Rumusan Bagaimana produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung pada tahun 2016?Metode apa yang perlu digunakan agar produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung mencapai titik optimal?
Tujuan         1) Menjelaskan produksi dan konsumsi hijab di kota

Bandung pada tahun 2016.

2) Menemukan metode yang tepat digunakan agar produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung mencapai titik optimal.

Dari rumusan masalah dan tujuan penelitian dapat diturunkan aspek yang akan diteliti agar tujuan dapat dicapai. Aspek ini yang menjadi pokok bahasan yang dapat dituangkan dalam bentuk bab atau pasal dalam katya ilmiah. Jika yang dibahas adalah pengembangan industri hijab di kota Bandung, aspek yang diteliti berupa hijab, industri hijab, produsen, jumlah produksi, konsumen, jumlah konsumsi, kota Bandung, dan sebagainya.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah metode dan teknik penelitian. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2015: 18). Berdasarkan definisi tersebut, cara meneliti harus berdasarkan pada ciriciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sitematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau Oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara yang dilakukan itu dapat diamati Oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. Sistematis berarti proses yang digunakan dalam penelitian tersebut menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Metode penelitian tersebut bersifat deskriptif, yaitu mendeskripsikan data dengan baik dari literatur maupun lapangan kemudian dianalisis, sehingga sering disebut deskriptif analitis.

Sementara itu, teknik penelitian terdiri atas teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik penyajian data. Untuk mengumpulkan data dapat digunakan berbagai cara di antaranya studi literatur, survei, observasi, wawancara, kuesioner. Untuk mengenal metode dan teknik penelitian secara lengkap, diperlukan ilmu khusus yaitu Metodologi Penelitian.

Contoh kerangka karangan:

  Topik                         Industri Hijab Judul                          Pengembangan Industri Hijab di Kota Bandung Tahun 2016 Rumusan masalah Bagaimana produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung pada tahun 2016?Metode apa yang perlu digunakan agar produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung mencapai titik optimal? Tujuan                     Menjelaskan produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung pada tahun 2016.Menemukan Metode yang tepat digunakan agar produksi dan konsumsi hijab di kota Bandung mencapai titik optimal. Aspek yang diteliti hijabindustriindustri hijabproduksi: produsen, jumlah produksi,konsumsi: konsumen, jumlah konsumsi,kota Bandung, dan sebagainya. Metode yang    digunakan deskriptif analitik Teknik yang                  pengumpulan data: studi literatur, observasi digunakan lapangan, wawancara, penyebaran kuesioner Sumber bahan            a. Buku penulisan b. Jurnal penelitian

c. Informasi dari media masa

8.5 Proposal Penelitian

Proposal penelitian merupakan rencana kegiatan dan langkah sistematis yang akan dilakukan peneliti dalam penelitian. Proposal juga menjadi pedoman bagi peneliti. Dalam menyusun proposal perlu dicermati berbagai sumber yang dapat mendukung dan yang menghambat terlaksananya penelitian.

Penelitian dilakukan dari adanya suatu potensi (segala sesuatu yang bila diberdayakan akan mendapat nilai tambah) atau permasalahan. Masalah merupakan “penyimpangan” antara apa yang seharusnya dengan apa yang terjadi, penyimpangan antara teori dengan praktik, dan penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan. Sistematika dan pola proposal bergantung pada jenis penelitian yang akan digunakan.

Proposal atau rencana penelitian harus ditulis secara sistematis dan logis, sehingga dapat dijadikan pedoman untuk diikuti. Proposal penelitian paling sederhana terdiri atas tiga bagian, yaitu Pendahuluan, Landasan Teori, dan Metode dan Teknik Penelitian. Proposal dapat dilengkapi dengan menambahkan Biaya dan Jadwal Penelitian.

Sistematika Proposal

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian

1.2 Rumusan Masalah Penelitian

1.3 Tujuan Penelitian

1.4 Manfaat Penelitian

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB 3 METODE PE-NELITIAN

3.1 Metode Penelitian

3.2 Teknik Penelitian :Teknik Pengumpulan Data, Teknik Pemilihan Data, Teknik Analisis Data, Teknik Penyajian Analisis

BAB 4 BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

4.1 Anggaran Biaya

4.2 Jadwal penelitian DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

8.6 Karya Tulis ilmiah

Penulisan karya ilmiah merupakan salah satu kegiatan pokok di perguruan tinggi. Karya tulis ilmiah merupakan karya tulis yang telah diakui dalam bidang ilmu pengetahuanı teknologi, dan seni. Karya tulis ilmiah disusun sesuai dengan kaidah dan tata cara ilmiahl serta mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan.

Melalui karya tulis ilmiah, masyarakat akademik dapat mengomunikasikan informasi barut gagasan, kajian, dan hasil penelitian. Dalam menyusun karya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan menulis (1) pendahuluan yang berisi: latar belakang masalah penelitian; rumusan masalah penelitian; tujuan penelitian; manfaat penelitian (2) teori yang digunakan (kepustakaan), (3) metode dan teknik penelitian, (3) hasil dan pembahasan, (4) penutup: simpulan dan saran.

  1. Bagian Pendahuluan

Bagian Pendahuluan merupakan bagian pertama. Tujuan utama bagian ini adalah menyajikan suatu alasan penelitian, bergerak dari pembahasan yang umum tentang topik penelitian ke pertanyaanpertanyaan atau hipotesis yang khusus diteliti. Selain itu, bagian ini juga berfungsi untuk menarik pembaca terhadap topik yang dibahas.

Bagian ini berisi uraian tentang pendahuluan dan merupakan bagian awal dari skripsi. Pendahuluan berisi latar belakang, rumusan masalahı tujuan penelitian dan manfaat atau signifikansi penelitian, serta metode dan teknik yang digunakan dalam penelitian.

  • Latar Belakang Masalah Penelitian

Latar belakang digunakan untuk mengemukakan motivasi dan rasionalisasi Yang melatarbelakangi penelitian tertentu perlu dilakukan. Permasalahan merupakan hal yang utama dalam bagian ini. Menurut The Little Redschoolhouse (1995), sebuah permasalahan harus mengandung komponen—komponen: (1) kondisi yang tidak stabil; (2) konsekuensi dari kondisi yang tidak stabil tersebut, yang dikemas sebagai kerugian dari kondisi Yang tidak stabil dan keuntungan bila kondisi menjadi stabil. Oleh karena itu, pengantar harus memuat pernyataan masalah yang dibuat dengan memaparkan keadaan yang tidak stabil dan kerugian dari membiarkan keadaan tidak stabil tidak teratasi.

Menurut Permatasari, Alhamuddin, dan Agustiningsih (2016) ada beberapa hal yang harus dimuat dalam latar belakang masalah penelitian, yaitu: (1) persoalan yang diamati; (2) alasan mengenai persoalan itu perlu dibacarakan saat ini persoalan yang Anda amati; (3) peristiwa Iain yang juga mendapat perhatian saat ini yang berfungsi untuk menunjukkan peneliti mengetahui hal Iain yang juga terjadi; (4) latar belakang historis yang mempunyai hubungan langsung dengan persoalan Yang akan diargumentasikan agar pembaca dapat memperoleh pengertian dasar mengenaj hal tersebut; (5) beberapa penelitian serupa yang pernah dilakukan sebelumnya; (6) metode dan teknik Yang akan digunakan untuk meneliti persoalan tersebut.

  • Rumusan Masalah

Bila kita memikirkan suatu masalah, kita cenderung mencari solusisolusinya terlebih dahulu, akibatnya, kita menawarkan banyak solusi, tetapi lemah dalam hal perumusannya. Oleh karena itu, dalam menulis isi pengantar, kita harus berlatih untuk berpikir retrospektif, berjalan mundur dari solusi ke masalah.

Pada suatu penelitian, permasalahan penelitian dapat ditulis pada subbab tersendiri. Permasalahan penelitian ini merupakan penegasan kembali permasalahan yang ditulis pada pengantar, tetapi lebih lebih mendetail pemaparannya. Menurut Permatasari, ddk (2016) bagian ini memuat rumusan masalah penelitian berupa identifikasi spesifik mengenai persoalan yang akan diteliti dalam bentuk pertanyaan. Jumlah rumusan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kompleksitas penelitian Yang dilakukan. Urutan rumusan disesuaikan dengan mempettimbangkan alur penelitian.

  • Tujuan Penelitian

Bagian ini menunjukkan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian.  Hal ini tercermin dari rumusan masalah penelitian yang telah disampaikan sebelumnya. Menurut Permatasari, dkk (2016) tujuan inti dari penelitian ada kalanya tidak terletak pada tujuan pertama karena susunan tujuan penelitian Yang disesuaikan dengan urutan rumusan masalah penelitian. Rumusan pertama bisa jadi merupakan syarat atau langkah awal Yang mengarahkan penelitian pada pencapaian tujuan yang sesungguhnya.

Menurut Nasution sebagaimana dikutip Santoso (2015: 103) Tujuan harus memiliki elemen-elemen tersebut: (1) menggambarkan hasil final yang hendak dicapai; (2) spesifik dan persis; (3) menggambarkan perubahan yang dapat diukur dan dapat dilihat; (4) menyatakan standar mutu atau kriteria sebagai patokan mengukur keberhasilan; (5) menyebutkan segala kualifikasi pokok atau bagaimana kondisi yang melingkungi pencapaian tujuan; (6) menetapkan titik akhir yang menunjukkan bahwa tujuan telah dicapai.

  • Manfaat Penelitian

Bagian ini memberikan gambaran mengenai kontribusi Yang dapat diberikan oleh hasil penelitian. Manfaat penelitian ini dapat dilihat dari satu atau beberapa aspek, misalnya dari segi teoretis, segi kebijakan, segi praktik, dan dari segi isu serta aksi sosial.

  1. Kepustakaan

Kajian pustaka ini memberikan konteks dan kedudukan dari permasalahan yang diangkat dalam penelitian dalam bidang ilmu. Hal yang perlu disiapkan adalah konsep-konsep, teori, dalil, hukum-hukum, model-model dalam bidang yang dikaji. Selain itu, ada pula penelitian terdahulu yang relevan dengan bidang yang diteliti, termasuk subjek, prosedur, dan temuannya. Menurut Permatasari, dkk (2016) hal lain yang juga penting pada bagian ini adalah peneliti dapat memosisikan dirinya berkenaan dengan masalah yang diteliti dengan membandingkan, mengontraskan, dan memosisikan kedudukan masing-masing penelitian yang dikaji melalui pengaitan dengan masalah yang diteliti.

  • Metode dan Teknik Penelitian

Cara penelitian merupakan hal paling mudah untuk menjelaskan metodologi adalah berdasarkan kronologi penelitian. Metodologi penelitian yang digunakan harus dipaparkan.

Dalam menjelaskan metodologi penelitian, hal lain yang harus diperhatikan adalah reliabilitas dan validitas. Reliabilitas adalah kemampuan mengukur untuk mendapatkan hasil- hasil yang konsisten sedangkan validitas menunjukan bahwa ukuran pada dasarnya mengukur apa yang pokok-pokok untuk diukur.

Selain itu, hal lain yang perlu dipikirkan adalah bahan dan cara penelitian. Bahan yang diperlukan dalam penelitian harus dirinci dan diperhatikan. Demikian pula dengan cara atau teknik penelitian. Cara penelitian yang dipilih dan akan dilakukan tentu akan memengaruhi proses dan hasil penelitian. Hal lain yang harus disebutkan adalah sumber dari mana bahan penelitian itu didapat dan dari karakteristik khususnya, seperti umur, seks, status genetika, dan fisiologi (Day, 1979).

Bahan penelitian harus disebutkan dari mana asalnya, berapa jumlahnya, kapan pendataan bahan dilakukan. Bila penelitian menggunakan subjek manusia, harus disebutkan apa alasan/ kriteria seleksi dan apakah perlu persetujuan lisan/tertulis (consent) dari Sübjek penelitian. Bila perlu persetujuan subjek, harus dijelaskan apakah hal tu sudah dilakukan.

 3. Hasil dan Pembahasan

Hasil penelitian dan pembahasan dalam kerangka laporan skripsi terdiri atas pemaparan data hasil penelitian dan pembahasan hasil temuan. Pemaparan data dapat dilakukan sesuai dengan prosedur dan desain penelitian yang dilakukan. Dalam pemaparan data, penulis sering memaparkan data yang terlalu banyak, tetapi tidak dibahas dengan baik dan tjdak dianalisis. Untuk itu, perlu diperhatikan beberapa pernyataan yang dikemukakan oleh Craswell. Mengutip pendapat Craswell (2005:199) sebagaimana dikutip (Permatasari, dkk. 2015: 32), beliau menyatakan bahwa dalam pemaparan data perlu dipertanyakan hal-hal berikut ini.

  1. Apa yang dianggap paling penting tentang temuan penelitian secara umum dan mengapa hal itü penting?
  2. Temuan mana yang tampaknya yang lebih penting penting dan kurang penting serta mengapa?
  3. Apakah ada temuan khusus yang harus diperhatikan secara khusus pula dan mengapa?
  4. Apakah ada sesuatu yang aneh atau tidak biasa dalam temuan penelitian yang perlu disebutkan dan mengapa?
  5. Apakah metodologi yang digunakan atau faktor lain telah mempengaruhi interpretasi tentang penelitian yang dilakukanı dan apakah ini merupakan sesuatu yang perlu dibahas, semisal biasa yang bisa muncul dalam desain penelitian.

Pembahasan atau analisis temuan mendiskusikan temuan tersebut dikaitkan dengan dasar teoretis yang telah dibahas pada bab kajian pustaka dan temuan sebelumnya. Sternberg (1988:53) sebagaimana dikutip (Permatasariı dkk. 2015: 33) mengemukakan tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan dalam pembahasan temuan penelitian, yaitu sebagai berikut ini.

  1. Menjelaskan bagaimana data cocok dengan hipoteisis awal (penelitian kuantitatif) atau bagaimana data bisa menjawab pertanyaan penelitian (penelitian kualitatif).
  2. Membuat pernyataan simpulan.
  3. Membahas atau mendiskusikan data dengan menghubungkannya dengan teori dan implikasi hasil penelitian.

4. Simpulan dan Saran

Simpulan dan saran menyajikan pemaknaan peneliti terhadap hasil temuan penelitian yang dilakukan. Simpulan harus menjawab rumusan masalah penelitian. Selain itu, simpulan tidak mencantumkan lagi angkaangka yang diperoleh dalam uji coba produk.

Saran yang ditulis setelah simpulan dapat ditujukan kepada para pembuat kebijakan, kepada para pengguna hasil penelitian yang bersangkutan, kepada peneliti berikutnya yang berminat untuk melakukan penelitian yang sejenis.

8.7 Perlatihan

  1. Jelaskan syarat topik yang baik untuk karya tulis ilmiah!
  2. Buatlah judul karya tulis dari topik ‘makanan halal’!
  3. Buatlah rumusan dan tujuan penelitian untuk sebuah makalah dengan topik ‘makanan halal’!
  4. Jelaskan apa saja yang harus terdapat dalam kerangka karya tulis ilmiah!
  5. Jelaskan perbedaan antara proposal dengan karya tulis ilmiah!
  6. Jelaskan pasal atau pokok apa saja yang ada pada bab pendahuluan!

8.8 Ringkasan Materi

Dalam proses menulis karya ilmiah salah satu hal harus diperhatikan adalah perencanaan. Perencanaan yang baik akan menentukan kualitas karya tulis ilmiah yang dihasilkan. Merencanakan penulisan karya ilmiah dapat dimulai dengan menemukan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dari permasalahan tersebut dapat ditentukan topik. Kemudian, penambahan kata yang berfungsi untuk membatasi, mempersempit, dan memfokuskan dapat dilakukan. Penambahan kata tersebut berupa dapat berupa keterangan tempat, waktu, alat, dan tujuan. Apabila topik dan judul sudah ditentukan maka hal lain yang dapat dilakukan adalah menyusun kerangka karya tulis ilmiah yaitu rencana tulisan secara garis besar yang memuat pokok-pokok bahasan. Kerangka ini berfungsi untuk menyusun tulisan secara teratur, memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda, menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih, dan memudahkan penulis untuk mencari materi pembantu. Menyusun kerangka karya tulis dapat dilakukan dengan menyusun (1) pendahuluan yang berisi: latar belakang masalah penelitian; rumusan masalah penelitian; tujuan penelitian; manfaat penelitian, metode, dan teknik penelitian, (2) teori yang digunakan (kepustakaan), (3) metode dan teknik penelitian, (4) pernbahasan, dan (5) penutup yang berisi simpulan dan saran.