Keterampilan berbahasa, salah satunya keterampilan bahasa Indonesia, sangat diperlukan seorang muslim di Indonesia dalam menjalankan aktivitas keagamaannya. Dalam menjalankan aktivitas keagamaannya, seorang muslim memerlukan keempat keterampilan berbahasa, yaitu membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan. Keterampilan berbahasa Indonesia pun merupakan syarat mutlak bagi mahasiswa Indonesia agar mampu mengutarakan pikirannya kepada pihak lain secara efektif. Mata kuliah Bahasa Indonesia di Unisba diharapkan • menjadikan mahasiswa memiliki keterampilan komunikasi yang baik dalam ranah keilmuan sekaligus untuk menjalankan aktivitas keagamaannya. Dengan penguasaan atas pengetahuan fungsi-fungsi bahasa serta ragamnya, keterampilan ejaan-tanda baca, kalimat, paragraf, dan jenis wacana, serta mengkritisi dan memproduksi teks-teks berdasarkan aneka sumber, mahasiswa diharapkan mampu menulis dan berbicara dalam Bahasa Indonesia laras ilmiah dengan baik sebagai wujud dari hakikat seorang muslim, yaitu khalifah di muka bumi yang bertugas menyampaikan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

3.2 Capaian Pembelajaran

  1. Mahasiswa dapat memahami dan menggunakan ejaan berupa pemakaian huruf kapital dan huruf miring yang benar, penulisan kata, singkatan, angka, dan lambang bilangan yang benar.
  2. Mahasiswa dapat memahami dan menggunakan tanda baca yang benar.

3.3 Pengertian

Ejaan ialah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi-bunyi ujaran melalui huruf, menetapkan tanda-tanda baca, memenggal kata, dan bagaimana menggabungkan kata. Jadi, bagaimana menuliskan bahasa lisan dengan aturan-aturan tersebut itulah yang berhubungan dengan ejaan (Pengajar Tata Tulis Karya ilmiah, 2017: 10). Dari segi bahasa, ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi bahasa (kata, kalimat) dalam bentuk pemakaian huruf, penulisan huruf kapital dan miring, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca.

3.3.1 Ejaan di Indonesia
3.3.1.1 Ejaan van Ophuijsen

Pada tahun 1901 ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin, yang disebut Ejaan van Ophuijsen, ditetapkan. Ejaan tersebut dirancang oleh van Ophuijsen dibantu oleh Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan ibrahim. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan ini adalah sebagai berikut:

  1. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang.
  2. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.
  3. Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ‘akalı ta’, pa’, dinamail.
3.3.1.2 Ejaan Soewandi

Pada tanggal 19 Maret 1947 Ejaan Soewandi diresmikan menggantikan Ejaan van Ophuijsen. Ejaan baru itü oleh masyarakat diberi nama Ejaan Republik. Hal-hal yang perlu diketahui sehubungan dengan pergantian ejaan itü adalah:

  1. Huruf oe diganti dengan u, seperti pada guru, itil, umur.
  2. Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k, seperti pada katakata tak, pak, maklum, rakjat.
  3. Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2, seperti anak2, ber-jalan2, ke-barat2-an.
  4. Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, seperti kata depan di pada dirumah, dikebun, disamakan dengan imbuhan di- pada ditulis, dikarang.
3.3.1.3 Ejaan Melindo

Pada akhir 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slamet Mulyana-Syeh Nasir bin Ismail sebagai ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (MelayuIndonesia). Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya mengurungkan peresmian ejaan itu.

3.3.1.4 Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia. Peresmian ejaan baru itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57, Tahun 1972. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, sebagai patokan pemakaian ejaan itu serta memberlakukan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan

Istilah (Depdikbud, 1988: 158).

3.3.2 Lingkup Pembahasan Ejaan
  1. pemakaian huruf kapital
  2. pemakaian huruf miring
  3. penulisan kata
  4. penulisan unsur serapan
  5. pemakaian tanda baca
3.3.2.1 Huruf Kapital

Huruf kapital tidak identik dengan huruf besar meskipun istilah ini biasa diperlawankan dengan huruf kecil. Istilah huruf kapital digunakan untuk menandai satu bentuk huruf yang karena memiliki fungsi berbeda dalam kata atau kalimat menjadi berbeda dari bentuk huruf Iain meskipun secara fonemis sebunyi. Huruf A (kapital) secara fonemis sebunyi dengan a (kecil), tetapi karena fungsinya berlainan maka penampilan grafisnya berbeda. Huruf kapital digunakan pada awal kalimat, nama tempat, nama orang, dan Iain-Iain. Secara umum, penggunaan huruf kapital tidak menimbulkan permasalahan. Kesalahan penulisan sering terjadi pada penulisan kata Anda. Kata Anda harus selalu ditulis dengan (A) kapital meskipun terletak di tengah atau di akhir kalimat.

Kesalahan yang banyak terjadi dalam penggunaan huruf kapital:

  1. Dipakai untuk menuliskan pangkat, jabatan, gelar jika diikuti Oleh nama atau menjadi kata ganti atau menjadi sapaan.

Contoh :

la telah menjadi jenderal.

la adalah Profesor Sahlan.

  • D.ipakai untuk menuliskan kata ganti Tuhan.

Contoh :

Kepada-Mu kami menyembah.

kepada Yang Mahakuasa

  • Dipakai untuk kata ganti kerabat bila diikuti nama, kata ganti, dan sapaan.

Contoh :

Surat itu untuk ibu Lintang. (ibunya Lintang) Surat itu untuk Ibu Lintang. (namanya Lintang) Catatan : kamu, kami, kita memakai huruf kecil apabila bukan di awal kalimat karena merupakan kata ganti sejati.

  • Dipakai untuk singkatan nama lembaga, gelar, dan dokumen resmi.

Contoh :

awal kata : DPR, MPR, UIJD ’45, ITB suku kata : Puskesmas, Unisba, Unpad gelar : Dr., Prof., S.H., dr., S.E., Prof.Dr. Miftah Faridl.

  • Kata Anda harus selalu menggunakan huruf kapital.
  • Istilah geografi yang diikuti nama harus menggunakan huruf kapital.

Contoh :

Pulau Bidadari

Di Pulau Jawa banyak sungai, misalnya, Sungai Bengawan Solo.

3.3.2.2 Huruf Miring

Sebuah huruf, kata, atau kalimat ditulis dengan huruf miring untuk membedakan dari huruf, kata, atau kalimat lain dalam sebuah kata, kalimat, paragraf, atau karangan utuh. Huruf yang dicetak miring adalah penanda yang mengacu ke beberapa informasi, antara lain sebagai penekanan, kutipan dari bahasa asing, istilah latin, nama penerbitan (koran, majalah, dan lain-lain). Jika ditulis dengan menggunakan mesin tik manual atau tulisan tangan, huruf miring diganti dengan garis bawah.

Garis bawah hendaknya ditulis per kata, bukan per kalimat.

Penggunaan huruf miring:

  1. Judul buku

Mahasiswa diwajibkan membaca “Political Policy” dari Kekerasan

Politik.

  • Alamat artikel

Kuntorini, Ririn Sri dan Mahaputra Aditya Pradana. 2014. “Penggunaan Flouting dalam Tayangan Humor Opera van Java sebagai Cermin Budaya Komunikasi Kontemporer” dalam http;Ud-:dQiuUIL56L%-Fgstekütu.2014.13.3.7 (Kuntorini dan

Pradana, 2014: 228).

  • Kata asing

Setiap mahasiswa Unisba harus tawadhu ‘rendah hati’.

3.3.2.3 Penulisan Kata

Beberapa hal Yang termasuk ke dalam pembahasan tentang penulisan kata adalah penulisan (1) kata dasar, (2) kata turunan, (3) bentuk ulang, (4) gabungan kata, (4) kata ganti ku, mu, kau, dan nya, (5) partikel, (6) singkatan dan akronim, dan (7) angka dan bilangan. Kecuali gabungan kata (3), penulisan kata umumnya tidak menimbulkan permasalahan.

Kesalahan penulisan gabungan kata umumnya ditemukan pada istilah khusus yang salah satu unsurnya hanya digunakan dalam kombinasi. Unsur gabungan kata yang demikian sering ditulis terpisah, padahal seharusnya disatukan.

  1. Tidak boleh ada satu huruf (fonem) yang terpencil pada awal atau akhir baris.

Contoh yang salah:

kan..a-

sin……….dibungkus-

  • Bila pada suatu kata terdapat dua konsonan atau lebih yang berurutan, pemenggalannya setelah konsonan yang pertama.
Contoh : ab-strak vk-kkkvk
  ak-rab vk-kvk
  in-stan-si vk-kkvk-kv
  • Imbuhan (awalan dan akhiran) merupakan suku tersendiri.

        Contoh :                 tu-lis-an

peng-ha-pus-an

  • Penggalan paling sedikit satu suku kata.

      Contoh :            dan, yang

eks-po-nen eks-pan-si trans-mi-gra-si

  • (di, ke) + (k. tempat) penulisannya terpisah

         Contoh :                 di rumah           ke luar x ke dalam

                                           ke rumah         keluar x masuk

di mana

dirumahkan

  • (per = tiap, melalui, demł) penulisannya terpisah

         Contoh :                 per bulan

per bank satu per satu

per-yang berupa awalan dituliskan bersambung dengan kata dasarnya

  • kata majemuk + (awalan dan akhiran) penulisannya disatukan

Contoh :                    diserahterimakan

bertanggung jawab

  • pun = juga penulisannya terpisah

Contoh :                     Kami pun datang.

Akan tetapi, walaupun/sekalipun ditulis disatukan.

Sekalipun dapat dipisah atau disatukan. Sekalipun = walaupun penulisannya disatukan sekali pun = satu kalijuga penulisannya dipisah

  • Morfem terikat ditulis menjadi satu.
Contoh : maha- (mahasiswa, mahaluas)
  tuna- (tunawisma, tunanetra)
  swa- (swasembada, swalayan)
  pra- (prasarana, prasejarah)
  non- (nonaktif, non-lndonesia)
  1. pukul 8.30, pukul 15.12

 11. RP 1.000.000,00

RP 1.365.250,00

  1. diindonesiakan kebelanda-belandaan
  2. se-Bandung Raya
  3. Awal kalimat tidak boleh menggunakan angka.

      Contoh :               25 orang mahasiswa……………(x)

Dua puluh lima orang mahasiswa….

Catatan : Apabila letaknya di tengah, boleh dengan angka. Apabila terdiri dari tiga kata atau lebih, boleh ditulis dengan angka. Akan tetapi, bila bilangan tersebut terdiri atas dua kata atau kurang, harus ditulis dengan huruf.

  1. Kata ulang secara resmi harus menggunakan tanda hubung.

Contoh :      kupu-kupu rumah-rumah

  1. ke-2 = kedua = 11

50-an = lima puluhan

3.3.3 Penulisan Unsur Serapan

Sebagaimana diketahui, bahasa Indonesia diangkat dari bahasa Melayu. Di dałam perkembangannya bahasa ini banyak menyerap dari bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun asing. Bahasa Sunda, Jawa, dan Bałak adalah tiga contoh bahasa daerah yang banyak memperkaya bahasa Indonesia. Sementara iłu, bahasa asing yang banyak diserap adalah bahasa Belanda, Inggris, Portugis, Sanskerta, Arab, dan Cina.

Secara umum dapat dikatakan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang menulis bunyi. Artinya, pelafalan kita terhadap sebuah kata asing, itulah yang ditulis dalam bahasa Indonesia meskipun tidak sama (sebunyi) betul. Penulisan unsur serapan yang benar:

  I. 2. 3. 4. 5. 6. asas asasi sah syah saraf syarat sarat rahmat ahli kuitansi kuintal ekuivalenfrekuensi konsekuen trotoarmanajemen manajersłstem 33. 34. 35. 36. praktik praktek praktikum standar standardisasi impor ekspor importir hierarki
hewanakhlak makhluk akhir khusushadirpikir pihak pasal pahamsaat doa Jumat izinijazah jenazah 14. nikmat maklum makmur 15. kualitas kuantitas kuadrat sistematis sistematika analisis menganalisis penganalisisanhipotesis 22.hipotesis pasienproteinaero aerobikhemoglobinobjek subjekstruktural formalaktlf aktivitasproduktif produktivitasmagnet planetapotek anarkikarisma kromosommaterialistis idealistisrealita realistismetode katodepsikologi psikologpsikiatri psikiaterjadwalfungsi fitnah faedah formalitas formalistisprimer sekunder tersier  
3.3.4 Pemakaian Tanda Baca

Kalimat yang baik harus didukung oleh penggunaan tanda baca yang tepat. Para penulis sering tidak memperhatikan hal ini. Akibatnya, masih banyak ditemukan kesalahan dalam pemakaian tanda baca tersebut (Kabar Pendidikan, 2011: 1).

Pemakaian tanda baca dalam kalimat sangat penting bukan hanya untuk ketertiban gramatikal, melainkan juga bagaimana gagasan yang dikemukakan bisa tersampaikan dengan baik. Manusia memahami sesuatu dengan bahasa, tetapi karena bahasa pula manusia bisa salah paham. Pemakaian tanda baca adalah salah satu cara untuk menghindari kesalahpahaman tersebut.

3.4 Perlatihan

Pemakaian Huruf yang Benar

I. Yang membedakan dari tahun sebelumnya barangkali hanya faktor terkait seperti Fase bulan pada tiap hujan meteor dan waktu berlangsungnya oposisi planet Supermoon dan Minimoon

  • Direktorat jenderal mineral dan batubara minerba kementerian energi dan sumber daya mineral ESDM memperkirakan kinerja Perusahaan pertambangan batubara di Indonesia belum membaik tahun depan harga yang masih rendah membuat Pemerintah memperkirakan target produksi batubara tahun depan sebesar 413 juta ton terlampau tinggi untuk diraih
  • Pantai santolo adalah salah satu destinasi wisata jawa barat yang cantik
  • Dalam buku marketing hermawan menjelaskan prediksi

Perekonomian Indonesia mendatang

  • Artikel mahasiswa berkompetensi sebagai salah satu pemrakarsa tegaknya kurikulum dalam proses pbm mendapat juara pertama

Lomba Essai dikti 2016

  • Silakan anda menuju meja pendaftaran untuk mengisi Formulir yang disediakan
  • Durian Montong banyak dibuat dalam berbagai bentuk penganan
  • Mesjid di semarang adalah salah satu replika Mesjid di mekah
  • Minggu lalu Ketua Komisi telah digantikan Oleh pak saluto
  • Sinar Matahari sangat baik untuk pertumbuhan tulang jika belum sampai pukul 10 pagi
  • Jarak gunung utara dan selatan mencapai 17.000.000 Kilometer

Menjelang tahun baru 2017 tol cisomang mengalami pergeseran kedudukan

  1. Generasi z banyak mengalami Duplikasi Sindrom
  2. Beberapa bulan belakangan ini banyak terjadi Fenomena

Kebhinekaan di Negara kita

  1. Sudahkah kamu mendatangi ibumu di jawa timur?

Penulisan Kata

1.

  1. multifungsi
  2. pasca sarjana
  3. saptakrida
  4. purna bakti
  5. antarpartai

4.

  1. maha pengampun
  2. maha sempurna
  • maha esa
  • Tuhan itu mahaesa e) Tuhan Yang Maha Bijaksana

2.

  1. kemudian
  2. kedua puluh lima
  3. ke-3000
  4. di antaranya
  5. diluar kota

5.

  1. mesin sidik jari
  2. mesin sidik-jari
  3. tanya-jawab d) ketidak sempurnaan

e) sambung menyambung

3.

  1. lima kantong baju
  2. baju lima kantong
  3. kantong baju ada lima
  4. lima kantong-baju
  5. lima-kantong-baju 6.
  6. ke luar-masuk
  7. kesinikan
  8. di mana
  9. di luar negeri
  10. keluar negeri

7.

  1. pukul 11.30.09
  2. pukul 11:30
  3. di semua propinsi
  4. non Indonesia
  • nonpendatang 10.
  • la menangis, lalu tertawa
  • la sedang membuka buka buku
  • sekalipun
  • sekali pun
  • diendorse

8.

  1. d/a
  2. d.a.
  3. hlm.
  4. hal.

11.

a) 80 orang dosen melakukan pengabdian. b) Delapan puluh orang dosen melakukan pengabdian.

  • 11 orang mendapat penghargaan dari Ridwan

Kamil.

  • Sebelas orang mendapat penghargaan dari Ridwan

Kamil.

  • Unisba memperoleh subsidi Jabar

9.

  1. Rp 20.000,-
  2. Rp 20.000,00
  3. A.L. Maharani
  4. Sdr./i.
  5. Afrah.Lintang.M. 12.
  6. seperempat
  7. sepertiga puluh
  8. dua per tiga
  9. dua-puluh-sembilqn perenam e) dua-puluh duaperenam

sebesar 690 juta.

13.                                   14. 15.
a) kutulisi                                  a) menghancur- a) pendayaan guna
b) dia kirim                                    leburkan b) pendayagunaan
c) kosponsor                           b) ketidak-pekaan c) pendayaan guna
d) kesini                                     c) selarik d) pemberiampunan
e) per kapita                            d) rata-rata e) rerata (iii) Penulisan Unsur Serapan e) pemberi ampunan
1. 2.   3.
a) aselerasi a) legalisir a) teoritis
b) akselerasi b) legalisasi b) teoritis
c) kharakter c) infokus c) anulir
d) karakter d) infocus d) ralat
4. 5.   6.
a) kualitas a) analisis a) kompleks
b) kwalitas b) analisa b) komplek
c) jadwal c) standardisasi c) resiko
d) jadual d) standarisasi d) risiko
7. 8.   9.
a) varitas a) survey a) mikrosoft
b) varietas b) survey b) microsoft
c) hirarki c) polio c) paham
d) hierarki d) folio d) faham
10. 11. 12.
a) pikir a) aeromodeling a) ijasah
b) fikir b) eromodeling b) ijazah
c) pihak c) automotif c) jenasah
d) fihak d) otomotif d) jenazah
13. 14. 15.
a) personil a) syarat a) praktek
b) metodologi b) sarat b) praktik
c) sistem c) sah c) apotek
d) sistimatis d) syah d) apotik
16.   18.
a) kurikuler a) kartun a) dialektik
b) koordinasi b) karton b) dialektika
c) kaidah c) materil c) hipotesa
d) kaedah d) material d) hipotesis
19. 20. 21.
a) fisik               a) propinsi                     a) pul
b) fisika               b) provinsi                          b) pool
c) donlot c) konferensi c) pruf
d) unggah d) konperensi d) proof
22. 23. 24.
a) asasi a) hidraulik a) sekira
b) azazi b) hidrolik b) kiranya
c) fase c) haemoglobin c) terdiri atas
d) pase d) hemoglobin d) terdiri dari

25.

  1. akhirat
  2. akherat
  3. makhluk
  4. khalik

(iv) Pemakaian Tanda Baca yang Tepat

  1. Penelitian modern menggunakan biologi neurologi ilmu kognitif dan teori informasi untuk mempelajari cara otak memroses bahasa.
  2. Jusuf Sjarif Badudu -lahir di Gorontalo Keresidenan Celebes en Onderhoorigheden 19 Maret 1926 meninggal di Bandung, Jawa Barat, 12 Maret 2016 pada umur 89 tahun adalah pakar bahasa.
  3. Jika bahasa Indonesia adalah bahasa “SOP”, maka “Adi lantai menyapu” akan menjadi kalimat yang umum, alih-alih “Adi menyapu lantai”.
  4. Di antara bahasa-bahasa alami yang mementingkan urutan unsur kalimat karena SOP merupakan jenis urutan yang paling banyak digunakan, diikuti oleh subjek, predikat, objek (SPO).
  5. Pandawa lima adalah sebutan lima bersaudara putra dari Pandu Dewanata yakni Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa.
  6. Marketing Journal, 2nd edition (2015) 11: 3.
  7. Komentar tentang “Flyover” dimuat dalam “Pikiran Rakyat” hari ini.
  8. “Flyover lagi testing aja, nanti dibuka permanen hari Sabtu. Hari ini cuma ngetes saja buka resmi hari Sabtu, ucap Emil, sapaan akrabnya. Tadi pagi, kata Emil, Dinas Perhubungan bersama aparat kepolisian telah melakukan uji coba perdana untuk mengecek pola lalu lintas di jembatan sepanjang 400 meter itu.”
  9. Dalam pengerjaan jembatan layang (flyover) Antapani hanya akan memakan waktu sekitar enam bulan dengan biaya yang relatif murah sekitar Rp. 35 miliar.
  10. “Kementerian Dalam Negeri belum mengirim blangko e-KTP sejak Oktober. Jadi sampai sekarang blangko e-KTP kosong,” kata Jaka, Selasa 27/12/2016.
3.5 Ringkasan Materi

Ejaan ialah keseluruhan aturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran melalui huruf, menetapkan fungsi tanda baca, memenggal kata, dan bagaimana menggabungkan kata. Cakupannya meliputi pemakaian huruf, penulisan huruf kapital dan miring, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca.