Industri televisi di Indonesia kini mengalam berbagai perubahan disruptif, terutama dari aspek teknologi. Perubahan yang paling mencolok adalah hijrahnya beberapa program televisi dari format stasiun penyiaran pindah ke channel provider, yakni saluran Youtube. Memang tidak secara keseluruhan tapi hanya beberapa program acara yang biasanya disiarkan stasiun televisi beralih bersiaran di Youtube dengan tetap menyiarkan melalui stasiunnya.  Berbagai program acara yang biasanya ditayangkan di stasiun televisi kini bisa dinikmati di Youtube, bahkan ada yang disiarkan secara live streaming. Sebuah lompatan disruptif yang mungkin sebelumnya tidak terpikirkan.

Adalah Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim yang pertama kali membuat saluran Youtube sederhana, yakni dengan menampilkan video dokumentasi saat mereka pergi ke kebun binatang. Tayangan video di saluran youtube yang akhirnya mampu mengubah dunia penyiaran di dunia ini tercatat sebagai awal sejarah munculnya Youtube.

Youtube berawal sebagai sebuah perusahaan teknologi rintisan yang didanai investasi senilai $11,5 juta dari Sequoia Capital antara November 2005 dan April 2006.  Kantor pertama Youtube terletak di atas sebuah pizzeria dan restoran Jepang di San Mateo, California. Nama domain www.youtube.com aktif pada 14 Februari 2005 dan situs ini dikembangkan pada bulan-bulan berikutnya.

Video pertama di Youtube berjudul Me at the zoo. Video ini menampilkan pendiri pendamping Jawed Karim di San Diego Zoo. Video ini diunggah pada 23 April 2005 dan masih ada sampai sekarang di situs ini. Berbagai format dan regulasi ditetapkan saluran Youtube, terutama setelah saluran ini dibeli oleh Google sebagai mesin pencetak uangnya.

Youtube merupakan salah satu channel provider. Ada saluran lain seperti TED dan Vidio di Indonesia serta aplikasi video lainnya. Pada industri penyiaran akhirnya mengerucut dua jenis, yakni content provider (CV) dan channel provider (CP). Content provider dibentuk sebagai institusi yang tugasnya memproduksi program siaran tv,  baik karya artistik maupun karya jurnalistik. Sementara channel provider adalah institusi bisnis yang tugasnya menyiarkan konten program televisi (video). Dengan kata lain, CV adalah rumah produksi dan CP merupakan rumah penyiaran.

Industri penyiaran di Indonesia, peran CV sering tumpeng tindih karena ada stasiun di Indonesia selain menyiarkan program tv juga memproduksi program televisi. Mungkin alasan jika memproduksi sendiri biaya lebih murah dibanding membeli program dari PH (Production House). Tapi praktik seperti ini sering dianggap sinis oleh pihak PH.

Kenyataan di lapangan, beberapa PH konsisten memproduksi pesanan program dari stasiun tv. Sebaliknya, stasiun tv juga konsisten menyiarkan program-program yang menarik. Tapi ketika progam tv dari sebuah stasiun tv bersiaran melalui saluran Youtube kesannya seperti jeruk minum jeruk, malah seolah ganti peran yang tadinya CP malah berubah jadi CP. Hal ini dilakukan diantaranya karena akses khalayak menyaksikan siaran televisi cenderung semakin menurun sehingga melalui smartphone semua jadi berubah. Di mana pun dan kapan pun masyarakat bisa menikmati informasi dan hiburan melalui gaget di genggaman tangannya. Sementara kalau menikmati sajian program tv harus menyetel melalui stasiun tv. 

Hijrahnya bebepara program tv pindah tayang ke Youtube juga mendapat dampak positif, yakni dapat memperoleh cuan melalui monetisasi adsense. Semua mafhum bahwa selama ini lini bisnis google dibagi dua, yakni Google Adwork dan Google Adsense. Google Adwork bidang kerjanya mencari para pemasang iklan, semacam biro iklan. Sedangkan Google Adsense merupakan lini bisnis yang tugasnya membagikan iklan yang sudah diperoleh Google Adwork atau melakukan placing di media sosial, terutama keluarga besar Google.

Content Creator

            Istilah content creator kini menjadi kata kunci yang banyak disukai kalangan muda maupun tua. Istilah ini beralamat kepada sekelompok orang yang kerjanya membuat isi (content) untuk media sosial atau website perusahaan (instansi).

            Content (isi) ini biasanya dibagi menjadi dua jenis, yakni tulisan (narasi) dan video. Untuk isi dalam bentuk tulisan sering orangnya disebut penulis konten (content writer) dan biasanya bermitra dengan para blogger. Sementara konten dalam bentuk video disebut video creator Kedunya merupakan orang-orang kreatif yang ikut menjadi bagian industri internet marketing.

            Khusus untuk menyiapkan video creator diperlukan ketrampilan khusus untuk membuat video dalam bentuk program televisi, yakni sebuah produk kreatif dalam bentuk acara televisi. Program tv ini diperlukan oleh para pengelola CP (stasiun televisi) atau vlogger (youtuber) karena sebagai  CP memerlukan banyak konten untuk mengisi salurannya.

            Orang-orang yang bergerak di bidang videografi sering disebut orang kreatif karena melalui tangan-tangan merekalah muncul beragam program televisi yang menarik, baik karya artistik maupun karya jurnalistik.

            Untuk itu pemahaman mengenai produksi program televisi muatannya cukup banyak karena menyangkut konten, arstistik, tujuan program yang dibuat dan lainnya. Itu semua harus dikuasai oleh para content creator.