Seorang enterpreneur ternyata mempunyai ciri-ciri seorang enterpreneur yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Sepintar ciri-ciri seorang enterprenuer ini bukanlah sesuatu yang sulit jika diterapkan calon enterpreneur seperti Anda.

Inilah Ciri-Ciri Seorang Enterpreneur

Pertama, seorang wirausahawan menggeluti usaha jangan ala kadarnya tetapi dengan sungguh-sungguh dan keberanian sehingga usahanya tumbuh. Ciri-ciri seorang enterpreneur yang pertama ini merupakan sesuatu yang alami. Jadi, ketika Anda akan terjun menjadi seorang wirausaha pertama yang perlu diingat adalah jangan alakadarnya dengan cara menjalankan usaha ini sebagai sampingan. Selamanya kalau menjadikan usaha ini sebagai sampingan tidak akan berhasil. Ketika Anda akan terjun ke sebuah usaha jangan alakadarnya tapi penuh kegigihan, kerja keras dan ujungnya yang penting ‘tumbuh’. Tumbuh adalah proses dari yang tidak ada menjadi ada, tumbuh dari bayi kemudian batita – balita kemudian remaja hingga dewasa. Tumbuh adalah sunnatullah yang setiap orang akan mengalami. Cepat atau lambat tumbuhnya disesuaikan dengan kerja keras kita masing-masing.

Kedua, bersahabat dengan ketidakpastian. Seorang wirausahawan harus akrab dengan ketidakpastian karena kalau kita menekuni sebuah usaha semuanya serba tidak pasti. Kita berusaha keras mengeluarkan banyak uang untuk inves tapi apa yang kita keluarkan belum tentu balik modal.  Berbeda dengan menjadi karyawan. Jika Anda menjadi karyawan maka dekat dengan kepastian. Setelah bekerja selama sebulan di sebuah perusahaan atau lembaga akhirnya setiap awal bulan mendapatkan gaji. Ini adalah sesuatu yang pasti.

Ketiga, dalam kehidupan sehari-hari kita akan menemukan dua jenis usaha riil dan spekulatif. Apa itu usaha riil dan apa itu usaha spekulatif?  Wirausaha  ditandai dengan niat melayani dan memperoleh kemandirian. Saya ingat sewaktu kecil  membantu orangtua melayani pembeli berjualan di pasar. Melayani pembeli harus punya jiwa melayani. Semua wirausahawan harus punya jiwa melayani karena semua bisnis sifatnya melayani untuk mendapatkan kemandirian. Setelah usaha jalan kita bisa mandiri, kita punya kebebasan finansial.

Pengusaha necis Bob Sadino selalu mengingatkan ciri-ciri seorang enterpreneur.
(foto: wirabisnis.com)

Ciri usaha riil adalah kerja keras dan inovasi, jangan dilakukan terpaksa karena hasilnya tidak maksimal. Anda menjadi seorang wirausaha harus tulus. Apa pun yang terjadi harus Anda terima. Apa pun risiko yang Anda terima Anda harus rela menerimanya, itu namanya tulus. Seorang wirausahawan bekerja keras kemudian melakukan inovasi, yakni melakukan sesuatu yang sebelumnya belum ada. Inovasi itu penting bagi seorang wirausahawan karena seorang  wirausahawan harus berpikir out of the box, di luar yang biasa dipikirkan orang.  Misalnya, kita beli kopi di Restoran Upnormal tentu harganya beda dibanding kalau kita beli di Mang Udin. Juga akan berbeda jika minum kopinya di Starbuck. Nah, kopi Mang Udin, Upnormal, dan Starbuck itu yang membedakan apa? Baik Upnormal maupun Starbuck melakukan inovasi di banding lainnya sehingga harga dan sensasi pun berbeda.  Inovasi artinya membuat sesuatu yang belum ada. Tidak ada satupun orang kaya di dunia ini yang cepat menjadi kaya secara instan. Berbagai rintangan dilaluinya penuh kesabaran. Sebagai contoh bagaimana seorang Mark Zuckerberg awalnya membuat facebook untuk mengumpulkan teman-teman sekolahnya. Dia membagun facebook dari yang paling sederhana dikerjakan secara serius dan inovatif di garasi rumahnya yang sempit. Dia juga melaluinya dengan kerja keras sampai harus DO dari univesitas di Amerika. Kini facebook menjadi mesin penghasil uang beromset ratusan trilyun.

Juga bagaimana kita bisa meneladani seorang Jack Maa. Perjuangan Jack Maa, nama pemilik alibaba.com, adalah usaha susah payah karena pada saat itu internet marketing kerjanya belum secanggih sekarang tapi Anda bisa lihat setelah 20 tahun kini usaha yang dirintisnya menjadi besar dan Jack Maa kini dikenal  sebagai orang terkaya di China.

 Di Indonesia siapa yang tidak kenal seorang Bob Sadino.  Pengusaha necis yang selalu menggunakan celana pendek ini memulai usahanya dengan cara menjual telur ke tetangga-tetangganya. Mobil peninggalan orangtuanya dia jual untuk pengembangan usahanya. Kini kerajaan bisnis Kem Chick menjadi ‘dapur’ di beberapa apartemen mewah di beberapa kota besar. Kesuksesan Bob Sadino tidak dilalui secara tiba-tiba tapi dirintisnya susah payah sehingga menjadi usaha besar.

Itulah tiga sosok pengusaha kaya yang menjalankan usahanya secara simultan dari kecil hingga besar. Mereka mengerjakannya tidak ada kadarnya, bergaul dengan ketidakpastin, dan menjalankan usaha yang riil.(bersambung)