Tujuan bab ini adalah agar Anda mampu menggunakan metode mind mapping untuk kegiatan menulis buku. Apa yang saya sampaikan merupakan pengalaman pribadi. Dulu, sebelum mengenal metode mind mapping dari Mas Hernowo (alm) saya masih menggunakan metode outlining saat menulis. Alhamdulillah, berkat metode yang diberikan Mas Hernowo selanjutnya saya menggunakan metode mind mapping untuk menulis.

            Berdasarkan pengalaman saya menulis sejak tahun 1989, metode mind mapping cukup efektif untuk mempercepat proses menulis. Kalau orang mengenal proses linier selalu mengikuti alur satu per satu maka proses eksponensial mampu mempercepat suatu proses. Jika Anda menggunakan proses linier dalam menulis maka hasilnya lama karena linier, sesuai urutan. Namun ketika diubah menggunakan proses eksponensial maka kegiatan menulis bisa dipercepat dibanding linier. Hal ini juga yang ditunjukkan Hernowo saat dalam hidupnya dia mampu menulis buku hampis sebulan sekali. Jadi, karena eksponensial maka dibanding yang linier Hernowo mampu menulis cepat.

            Anda pun kalau sudah menerapkan metode mind mapping bisa cepat menyelesaikan sebuah buku. Waktu saya menulis buku Membuat Konten Kreatif Televisi hanya perlu waktu dua bulan. Cepat lambatnya proses penulisan tidak hanya karena metode mind mapping tapi juga karena kesiapan materi yang akan ditulis.

            Dalam penjelasannya pada Pelatihan Professional Writing di Bandung (Maret 2014) Hernowo menyebutkan bahwa otak Anda memiliki 100 miliar neuron atau sel saraf aktif. Masing-masing neuron memiliki hingga 20.000 koneksi. (David A. Sousa, How the Brain Learns). Apa hubungannya banyak neuron dengan kreativitas menulis?

            Dengan menggunakan metode mind mapping, yang intinya membuat pemetaan maka otak kita akan selalu menghubung-hubungkan antara satu ide dengan ide yang lainnya. Jika sebuah ide utama di-mapping-kan maka di situlah fungsi neuron-neuron kita melakukan jejaring sehingga tetap terjaga aliran idenya. Utuk itulah maka saat kita menulis jangan sampai terganggu dengan aktivitas mengedit karena tugasnya sudah dibagi, yakni menulis menggunakan otak kanan dan editing tugasnya otak kiri. Semakin mappingkan ide utama Anda maka akan semakin berkembanglah jejaring yang dibentuk.

            Pembagian kerja otak muncul karena potensi otak kita yang mempunyai dua belahan, yakni belahan otak kiri dan belahan otak kanan.

            Dengan membawa karakternya masing-masing Anda bisa memanfaatkan kemampaun masing-masing belahan otak sehingga kerja menjadi kreatif. Artinya, kreatif akan muncul manakala kita mampu mensinergikan potensi kedua belahan otak kita. Menurut Joyce Wycoff kreativitas muncul dari interaksi yang luar biasa antara “kedua belahan otak”.

Outlining Vs Mind Mapping

            Di atas saya menyampaikan sebelum mengenal metode mind mapping saya menggunakan metode outlining. Nah, apakah perbedaan keduanya?

            Jika Anda menggunakan metode outlining maka Anda hanya memanfaatkan belahan otak kiri saja. Sementara Anda sudah tahu bahwa otak kiri karakternya cukup kritis, analitis, dan cenderung rasional. Dengan metode ini tulisan cenderung kering dan linier.

            Sebaliknya jika Anda menggunakan metode mind mapping maka Anda akan mendapatkan gambaran sebagai berikut.

            Di atas sudah mulai melatih daya mapping Anda. Semakin banyak Anda membuat mapping dari ide utama maka akan semakin mudah membuat rangkaian tulisan.

            Menurut Dr. Gabriel L Rico, doktor di bidang seni dan kreativitas, teknik “clustering” ini akan memudahkan seseorang untuk mencicil menulis dengan kelompok-kelompok kecil IDE, dan akhirnya nanti digabungkan atau dikembangkan menjadi ide besar yang mengatasi kelompok kecil tersebut. Sementara Joyce Wycoff menyatakan, “Pemetaan pikiran adalah alat pembuka pikiran yang ajaib.”

            Selanjutnya Hernowo memberikan contoh menulis menggunakan clastering.

            Anda bisa langsung mempraktikkan dengan menulis dari ide awal ‘Kursi’. Setelah ada ide utama maka Anda tinggal membuat mind mapping-nya yang berhubungan atau diperkirakan ada hubungannya dengan kursi. Tampak di atas yang ada hubungannya dengan kursi adalah plastik, kayu, duduk, tikar, hajatan, dan meja.

            Selanjutnya Anda bisa mencoba memilih mapping ‘plastik’ yang di-mapping-kan menjadi:

            Setelah Anda mempunyai empat kata: plastik, murah, warna-warni, dan fleksibel maka selanjutnya Anda akan membuat kalimat dari empat kata tadi menjadi:

            Jika alinea di atas kita tambahkan kata murah dan banyak maka bisa dibuat kalimatnya sebagai berikut.

            Berikutnya Anda bisa menambah rangkaian mapping berikut ini.

            Itulah contoh menggunakan metode mind mapping. Awalnya seperti pelajaran untuk usia Paud. Tapi itu hanyalah alat saja yang bisa Anda gunakan untuk merancang mind mapping.

            Pada Bab VII Anda akan mencoba mempraktikkan metode mind mapping menggunakan alikasi Mindjet Mind Manager.