Ide layak tulis

            Selanjutnya masih menyangkut ide tulisan, dari sekian banyak ide yang berseliweran Anda harus cermat menengarai ide-ide yang layak Anda tulis menjadi buku. Di bawah ini  ide-ide yang layak tulis sebagai berikut.

Pertama, orisinil, mutakhir, kontroversil, dan diprediksi diperlukan banyak orang. Inilah ide yang punya ranking pertama untuk ditulis menjadi buku. Keempat unsur tersebut juga dampaknya nanti berkaitan dengan tingkat penjualan buku yang Anda tulis.

Kedua, digarap orang yang tahu banyak tentang hal tersebut karena pembaca biasanya melihat siapa penulisnya. Untuk itu sebaiknya Anda menulis ide yang paling Anda kuasai. Dengan cara seperti ini Anda akan mudah dalam proses menulis buku. Itulah mengapa sebaiknya kita punya spesialisasi jenis tulisan yang kita minati. Untuk awal sebaiknya Anda memilih menjadi penulis khusus, jangan menjadi penulis umum. Setelah Anda dikenal dan mahir berikutnya Anda bisa menjadi penulis umum. Hal ini dilakukan untuk membangun personal branding Anda. 

Ketiga, referensi terpercaya untuk membangun kepercayaan pembaca. Jangankan menulis buku, menulis artikel saja perlu dukungan referensi. Referensi untuk menulis buku lebih banyak dan variatif dibanding menulis artikel. Malah kini ada aturan tak resmi untuk referensi buku-buku sosial referensi buku yang digunakan terbitan minimal tahun 2000.

Sebetulnya aturan menggunakan referensi tidak ada. Yang ada teknik atau cara menulis referensi, baik di tubuh tulisan maupun pada dafar pustaka. Soal jumlah referensi juga tidak ada aturan baku. Yang ada aturan prosentasi pengutipan, yakni sebanyak  30 persen. Itu artinya, Anda bisa mengambil referensi 30 persen dari buku yang Anda jadikan buku referensi. Enak kan bisa mengambil konten referensi sebanyak 30 persen.

Keempat, saleable (mudah dijual) agar investasi kita balik modal. Tidak semua penulis mengharapkan royalty dari ketekunannya menulis buku. Tapi menulis buku itu perlu investasi waktu, tempat, dan dana untuk survey. Maka wajar jika penulis mendapat imbalannya dalam bentuk royalty sebanyak 10-12 persen bergantung  dari penerbit. Jika buku Anda laku maka royalty yang Anda dapatkan juga banyak. Itulah konsep saleable bagi penulis.

Kelima, punya perbedaan signifikan dan keunggulan. Jika Anda menemukan ide seperti ini ya langsung eksekusi saja karena ide seperti ini layak jadi buku. Seperti dijelaskan di atas meskipun Anda menulis ide yang sama dengan orang lain harus punya deferensiasi sehingga buku Anda lebih unggul.

Keenam, menggunakan gaya penulisan yang tepat. Untuk bisa menyesuaikan gaya penulisan yang tepat maka Anda perlu membuat target pembaca karena gaya penulisan harus disesuaikan dengan potensi pembaca. Jangan sampai seperti yang sering dikeluhkan pembaca bahwa buku yang dibacanya sulit dipahami. Untuk itu setiap kali Anda menulis harus berempati kepada calon pembaca Anda. Bantulah pembaca memahami apa yang kita tulis. Penulis jangan egois agar hubungan antara Anda dan penulis lebih harmonis.

Ide layak tulis yang terakhir adalah soal sasaran pembaca. Semakin jelas pembaca maka semakin kemungkinan laku buku tersebut karena kini masyarakat hanya memilih buku-buku yang secara personal dibutuhkan.

Nah, mengenai referensi yang tadi sempat dibahas memang wajib bagi penulisan artikel dan buku. Namun  yang perlu dicatat juga bahwa referensi tidak sekadar buku atau jurnal tapi Anda bisa menggunakan referensi untuk membangun kredibiltas buku Anda.

Ada beberapa referensi lain yang bisa Anda gunakan, yakni opini penulis, data dan fakta di lapangan, data melalui wawancara, dan literatur nonbuku seperti artikel media massa (cetak dan elektronik), makalah seminar, koran, majalah, internet, dan diktat mata kuliah. Jadi, jangan ragu untuk memulai menulis karena ide di sekitar kita banyak dan tinggal Anda memilih dan memilah saja.**