Dalam hidup ini kita harus memilih. Ya, memilih antara karyawan dan entrepreneur. Apakah kita ingin menjadi karyawan atau ingin jadi wirausahawan akan berpengaruh pada pola kerja kita nantinya karena pilihan ini akan membuat kita menyusun perencanaan kerja. Jika Anda menjadi seorang karyawan tentunya hanya akan mengikuti atau SOP (Standard Operasional Procedure)  yang sudah berlaku di tempat kerja itu. Tapi jika Anda menjadi entrepreneur persiapannya jauh lebih kompleks karena apa yang Anda usahakan harus dipersiapkan secara matang, terutama penyediaan modal kerja ataupun konsep usaha yang akan kita jalankan.

Baca juga: Inilah Mindset Seorang Enterpreneur

Modal Antara Karyawan dan Enterpreneur

Modal dalam sebuah usaha penting. Antara karyawan dan entrepreneur memandang soal modal  ini penting tetapi dalam konteks ini modal bisa kita bagi menjadi dua, yakni  modal tangible dan yang kedua modal intangible. Nah, yang  dimaksud dengan modal tangible adalah semua modal dalam bentuk uang, baik fresh money atau deposit. Sementara yang dimaksdu dengan  modal intangible adalah bentuknya bukan uang, bisa bangunan, kompetensi, alat produksi dan lainnya.  Misalnya sebagai seorang penulis saya ingin membuat perusahaan penerbitan buku. Karena modalnya dalam bentuk intangible berarti saya tidak perlu mengeluarkan uang karena modal yang akan saya gunakan  tidak dalam bentuk uang tetapi dalam bentuk keterampilan atau kompetensi. Modal kompetensi sebagai seorang penulis saya bisa memulai usaha di bidang penerbitan buku karena core bisnisnya adalah penulisan buku sehingga punya keleluasaan untuk memulainya dengan modal intangible.

Antara Karyawan dan Entrepreneur modal yang diperlukan berbeda.  Untuk yang memilih jadi karyawan tentunya tidak perlu repot-repot menyiapkan modal karena umumnya karyawan itu bekerja sesuai prosedur dan aturan yang sudah disusun oleh pihak perusahaan atau instansi nya tempat dia bekerja. Kalau pendidikan bisa dianggap modal maka seorang karyawan perlu modal pendidikan dan keahlian sesuai bidang yang diminati.  Jadi, intinya seorang karyawan mengawalinya pekerjaannya lebih gampang karena tinggal menjalankan perintah dari atasan. Biasanya karyawan pemula itu akan dibekali dengan program pelatihan yang dilakukan perusahaan atau instansi, kaitanya dengan apa yang akan dikerjakan di kantornya sehingga ketika pelatihan sudah dilaksanakan berarti Anda sebagai karyawan bisa langsung bekerja. Sementara kalau menjadi entrepreneur berarti kita harus menyiapkan program dan menjalankan program-program yang kita susun sendiri sesuai bidang usaha yang akan kita kembangkan. Simpulannya, antara karyawan dan entrepreneur menjadi pilihan dalam hidup ini. Anda bisa memilihnya salah satu secara profesonal.**(askurifai baksin)